Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Intelijen Pantau Protes 'No Kings' dan Penggunaan Peta Interaktif untuk Melacak Agen ICE

Teknologi
Keamanan Siber
Wired Wired
13 Jun 2025
65 dibaca
2 menit
Intelijen Pantau Protes 'No Kings' dan Penggunaan Peta Interaktif untuk Melacak Agen ICE

Rangkuman 15 Detik

Protes 'No Kings' diadakan sebagai aksi menolak otoritarianisme di tengah peningkatan penegakan hukum.
Lembaga intelijen memantau aktivitas protes dan menggunakan peta pelacakan ICE sebagai dasar untuk kekhawatiran ancaman.
Terdapat ketegangan antara hak sipil dan tindakan penegakan hukum yang ketat, menciptakan diskusi tentang penggunaan kekuatan militer dalam situasi sipil.
Pada bulan Mei ini, sejumlah laporan intelijen di California dan negara bagian lain memperingatkan potensi ancaman yang terkait dengan protes nasional bertajuk 'No Kings'. Protes ini menolak tindakan keras dalam penegakan imigrasi yang dilakukan pemerintah federal dan mendesak pengakhiran penggunaan militer dalam operasi tersebut. Beberapa situs web seperti Reddit dan Padlet digunakan oleh masyarakat untuk melacak keberadaan agen ICE dengan menandai lokasinya di peta interaktif, yang dinilai berisiko disalahgunakan untuk menyerang petugas penegak hukum. Namun, sebagian besar pengguna adalah warga yang hanya ingin menghindari kontak dengan aparat tersebut. Laporan ini dikeluarkan oleh berbagai fusion center dan pusat intelijen seperti ARTIC, WSIC, dan CCIC yang memberikan peringatan kepada aparat kepolisian serta mengkaji potensi kekerasan atau ancaman terhadap petugas selama aksi protes. Selain itu, ada kekhawatiran terkait ujaran kebencian dan postingan media sosial yang mengandung seruan kekerasan. Sekitar 2.000 aksi protes direncanakan di seluruh negeri bersamaan dengan parade militer besar di Washington DC yang menampilkan ribuan tentara dan kendaraan tempur. Protes ini melakukan peringatan atas penggunaan alat-alat militer dan langkah yang dianggap otoriter terhadap komunitas imigran. Penyelenggara 'No Kings' menegaskan aksi mereka adalah bentuk perlawanan damai terhadap otoritarianisme dan upaya menunjukkan nilai demokrasi yang sesungguhnya. Namun, aparat keamanan tetap memantau secara ketat untuk menjaga keamanan publik dan penegak hukum selama berlangsungnya demonstrasi.