Penggunaan Marinir Aktif Federal Melawan Protes Imigran Di Los Angeles
Finansial
Kebijakan Fiskal
13 Jun 2025
30 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penggelaran Marinir di AS menimbulkan kekhawatiran tentang pelanggaran hak sipil.
Protes terkait imigrasi menarik perhatian besar dan memicu tindakan keras dari pihak berwenang.
Batasan hukum yang ada pada penggunaan kekuatan militer di dalam negeri sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara keamanan dan kebebasan sipil.
Pemerintahan Donald Trump mengerahkan lebih dari 700 Marinir ke Los Angeles untuk melindungi properti federal selama protes massa yang muncul akibat operasi imigrasi besar-besaran oleh ICE. Keputusan ini kontroversial karena menggunakan kekuatan militer aktif di wilayah sipil AS merupakan tindakan langka dan penuh risiko.
Mobilisasi ini mengikuti perintah federalisasi Garda Nasional California yang diprotes pejabat negara bagian dan menimbulkan pertarungan hukum. Pengadilan menilai tindakan itu ilegal dan cenderung memperkeruh suasana, tetapi perintah itu ditangguhkan hingga keberatan dapat dipertimbangkan lebih lanjut.
Demonstran di wilayah imigran Westlake menggelar aksi yang awalnya damai namun kemudian meruncing setelah polisi dan agen federal mengerahkan gas air mata, peluru karet, dan alat kontrol massa lain untuk membubarkan mereka. Beberapa wartawan dan pengamat juga terluka dalam insiden tersebut.
Peraturan militer melarang Marinir melakukan tugas seperti penangkapan, pengawasan langsung, penggeledahan, dan pengumpulan bukti. Namun, pasukan diizinkan menahan sementara seseorang sampai polisi tiba, dengan batasan yang ketat. Latihan khusus dilakukan agar Marinir dapat menangani situasi tanpa melanggar hukum.
Para ahli hukum mengingatkan bahwa menggunakan militer melawan demonstran sipil sangat berbahaya bagi hak-hak sipil dan bisa membuka jalan bagi otoritarianisme jika presiden melangkahi hukum yang mengatur pembatasan tersebut. Situasi ini menjadi perhatian serius terkait masa depan kebebasan berpendapat dan berkumpul di AS.


