Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ilmuwan Cina Aktifkan Gen Hilang untuk Regenerasi Jaringan Telinga Tikus

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
InterestingEngineering InterestingEngineering
28 Jun 2025
266 dibaca
2 menit
Ilmuwan Cina Aktifkan Gen Hilang untuk Regenerasi Jaringan Telinga Tikus

Rangkuman 15 Detik

Penelitian ini menunjukkan potensi untuk mengaktifkan kembali kemampuan regeneratif yang hilang pada mamalia.
Asam retinoat dapat menjadi kunci dalam regenerasi berbagai jenis jaringan dan organ.
Ada tantangan yang harus diatasi untuk menerapkan temuan ini pada organ lain di luar telinga.
Para ilmuwan di China berhasil mengaktifkan kembali kemampuan regenerasi jaringan telinga tikus yang sebelumnya tidak mampu meregenerasi jaringan kompleks. Hal ini dilakukan dengan mengembangkan gen ALDH1A2 yang menghasilkan retinoic acid, suatu molekul penting dari vitamin A. Penelitian membandingkan kemampuan regenerasi telinga antara kelinci dan tikus setelah mengalami luka lengkap. Kelinci mampu menutup lubang telinga dalam hitungan minggu dan meregenerasi jaringan lengkap dalam tiga bulan, sedangkan tikus tidak menunjukkan regenerasi berarti. Tim peneliti menemukan bahwa tikus memiliki aktivitas tinggi pada jalur yang menghancurkan retinoic acid, sementara kelinci mengaktifkan gen ALDH1A2 untuk memproduksi retinoic acid dengan kuat. Saat retinoic acid disuntikkan pada tikus dalam dosis yang cukup, regenerasi mulai terjadi. Agar tikus bisa menghasilkan retinoic acid sendiri, para ilmuwan memasukkan potongan DNA enhancer dari kelinci pada lokasi gen ALDH1A2 tikus. Modifikasi ini berhasil mengaktifkan kembali gen sehingga tikus bisa meregenerasi jaringan telinga secara penuh. Penemuan ini membuka harapan besar untuk terapi medis berbagai jenis luka dan penyakit, terutama dalam bidang bedah trauma, rekonstruksi, dan pengobatan penyakit jantung. Namun, peneliti mengingatkan bahwa kemampuan regenerasi mungkin berbeda pada tiap organ dan masih perlu penelitian lebih dalam.