Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Peneliti Cina Aktifkan Kembali Regenerasi Telinga Tikus dengan Asam Retinoat

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (8mo ago) health-and-medicine (8mo ago)
27 Jun 2025
123 dibaca
1 menit
Peneliti Cina Aktifkan Kembali Regenerasi Telinga Tikus dengan Asam Retinoat

Rangkuman 15 Detik

Penelitian ini menunjukkan bahwa tikus dapat mengalami regenerasi dengan mengaktifkan kembali gen tertentu.
Retinoic acid memiliki potensi untuk meningkatkan kemampuan regenerasi pada berbagai jenis jaringan.
Temuan ini dapat membawa dampak signifikan dalam pengembangan terapi regeneratif untuk mamalia.
Penelitian terbaru dari ilmuwan Cina berhasil mengaktifkan kembali kemampuan tikus untuk meregenerasi telinga luar yang rusak. Ini adalah pencapaian penting karena biasanya tikus sebagai mamalia tidak memiliki kemampuan regenerasi yang baik. Para peneliti menemukan bahwa tikus gagal meregenerasi jaringan karena tidak bisa memproduksi cukup asam retinoat, yang berasal dari vitamin A dan penting untuk perkembangan serta perbaikan sel. Penyebab utama kekurangan asam retinoat pada tikus adalah hilangnya bagian DNA yang berfungsi sebagai pengendali gen yang memproduksi enzim pembentuk asam retinoat. Bagian ini disebut 'remote controls' DNA yang sekarang sudah tidak aktif secara evolusioner. Dengan mengaktifkan kembali genetic switch yang dinonaktifkan selama proses evolusi, para ilmuwan dapat mengembalikan kemampuan tikus untuk melakukan regenerasi bagian telinganya. Penemuan ini berpotensi membuka jalan bagi terapi medis berbasis asam retinoat yang bisa diterapkan tidak hanya pada telinga, tetapi juga berbagai tipe jaringan lain pada vertebrata, termasuk manusia.