Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Terobosan Terapi Gen Memulihkan Pendengaran pada Anak dan Dewasa Tuli

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
InterestingEngineering InterestingEngineering
03 Jul 2025
139 dibaca
2 menit
Terobosan Terapi Gen Memulihkan Pendengaran pada Anak dan Dewasa Tuli

Rangkuman 15 Detik

Terapi gen menunjukkan potensi untuk mengembalikan pendengaran pada individu dengan ketulian genetik.
Penelitian ini membuka peluang baru bagi remaja dan dewasa untuk mendapatkan perawatan yang sebelumnya hanya tersedia untuk anak-anak.
Hasil positif dari terapi gen OTOF dapat mendorong penelitian lebih lanjut pada gen lain yang menyebabkan ketulian.
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Karolinska Institutet di Swedia, bekerja sama dengan rumah sakit di Cina, berhasil menunjukkan bahwa terapi gen dapat membantu memulihkan pendengaran pada orang-orang yang lahir tuli karena mutasi gen OTOF. Gen ini sangat penting karena bertugas mengirimkan sinyal suara dari telinga ke otak, dan tanpa itu, penderita tidak dapat mendengar sejak lahir. Untuk mengobati kelainan ini, para peneliti menggunakan virus sintetis yang membawa gen OTOF yang sehat. Virus ini disuntikkan ke dalam telinga bagian dalam pasien. Hasilnya luar biasa: kebanyakan pasien mulai menunjukkan pemulihan pendengaran hanya dalam waktu satu bulan. Dalam enam bulan setelah terapi, semua 10 pasien yang berusia mulai dari satu tahun sampai 24 tahun mengalami peningkatan pendengaran yang signifikan. Tingkat kebisingan yang dapat mereka dengar menurun dari 106 decibel (tuli berat) menjadi sekitar 52 decibel, yang sudah cukup untuk mendengar percakapan normal. Hasil terbaik terlihat pada anak-anak berusia lima sampai delapan tahun, namun bahkan pasien remaja dan dewasa merasakan manfaat penting. Terapi ini juga terbukti aman dengan efek samping ringan, sehingga sangat menjanjikan sebagai pengobatan baru selain cochlear implant yang selama ini menjadi pilihan utama. Para peneliti berencana untuk terus memantau pasien selama lima sampai sepuluh tahun mendatang untuk memastikan efek terapi tetap bertahan lama. Mereka juga sedang mengembangkan terapi serupa untuk jenis tuli genetik lain yang lebih umum, sehingga harapannya akan ada solusi bagi banyak orang tuli di masa depan.

Analisis Ahli

Lawrence Lustig
Studi ini mengejutkan karena menunjukkan bahwa pasien yang lebih tua, sampai 24 tahun, juga dapat memperoleh manfaat signifikan dari terapi gen, padahal sebelumnya diyakini semakin tua semakin buruk hasilnya.