Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Teknologi Baru Elektroliser PEM Bisa Pakai Air Biasa untuk Produksi Hidrogen Hijau

Sains
Iklim dan Lingkungan
InterestingEngineering InterestingEngineering
27 Jun 2025
50 dibaca
2 menit
Teknologi Baru Elektroliser PEM Bisa Pakai Air Biasa untuk Produksi Hidrogen Hijau

Rangkuman 15 Detik

Inovasi dalam teknologi PEM elektrolizer dapat mengurangi ketergantungan pada air ultrapure.
Hidrogen dari air kotor dapat menjadi solusi biaya rendah untuk menghasilkan energi bersih.
Penelitian ini membuka peluang untuk penerapan lebih luas dari elektrolizer dalam memenuhi kebutuhan energi berkelanjutan.
Para peneliti dari Tianjin University di China berhasil menciptakan metode baru untuk membuat elektroliser Proton Exchange Membrane (PEM) dapat bekerja menggunakan air yang tidak sepenuhnya murni. Hal ini adalah terobosan penting karena selama ini elektroliser PEM hanya bisa beroperasi dengan air ultrapure yang mahal dan sulit didapat. PEM elektroliser memproduksi hidrogen dengan kemurnian tinggi yang sangat dibutuhkan untuk menggerakkan sel bahan bakar yang menghasilkan listrik bersih tanpa pembakaran. Namun, penggunaan air biasa yang mengandung kontaminan bisa merusak elektroliser ini, sehingga membatasi penerapannya di dunia nyata. Peneliti menambahkan bahan katalis Bronsted acid oxide yang dikenal sebagai MoO3-x pada katoda berbasis platinum-karbon. Bahan ini menciptakan lingkungan mikro yang bersifat asam, sehingga meningkatkan kinerja elektroliser dan menurunkan efek merusak dari air yang mengandung ion dan kontaminan. Hasil pengujian menunjukkan elektroliser mampu beroperasi dengan air ledeng selama lebih dari 3.000 jam pada densitas arus 1.0 A/cm2. Performa yang didapatkan sebanding dengan elektroliser PEM yang menggunakan air ultrapure, yang berarti teknologi ini bisa mengurangi biaya dan mempermudah pengembangan infrastruktur hidrogen hijau. Penemuan ini membuka peluang besar untuk produksi hidrogen bersih dengan biaya lebih rendah dan memungkinkan penyebaran lebih luas teknologi energi terbarukan. Penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal Nature Energy, menunjukkan langkah maju penting dalam energi bersih masa depan.