Data Broker di Amerika Serikat Banyak yang Tidak Daftar, Konsumen Terancam Privasinya
Teknologi
Keamanan Siber
26 Jun 2025
281 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Banyak data broker belum mendaftar sesuai dengan hukum di beberapa negara bagian, yang mengarah pada pelanggaran privasi.
Regulasi di tingkat negara bagian adalah sumber utama perlindungan konsumen terhadap data broker.
Penyelidikan terhadap data broker yang tidak mendaftar dapat memperkuat komitmen negara bagian terhadap perlindungan privasi.
Data broker adalah perusahaan yang mengumpulkan dan menjual data pribadi seperti nama, alamat, nomor telepon, dan informasi keuangan orang-orang. Data ini biasanya digunakan tanpa persetujuan yang jelas dari orang yang datanya dikumpulkan, sehingga memicu kekhawatiran serius tentang privasi.
Beberapa negara bagian di Amerika Serikat, termasuk California, Texas, Oregon, dan Vermont, mengatur data broker dengan mewajibkan mereka mendaftar pada agen perlindungan konsumen. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat mengetahui data apa yang dikumpulkan dan bagaimana cara menolak pengumpulan data tersebut.
Namun, sebuah analisis oleh Electronic Frontier Foundation dan Privacy Rights Clearinghouse menunjukkan bahwa banyak data broker tidak mendaftar di semua negara bagian yang mengharuskan mereka untuk melakukannya. Hal ini membuat perlindungan bagi konsumen menjadi tidak optimal karena keterbatasan informasi.
Perbedaan definisi data broker di setiap negara bagian bisa menjelaskan sebagian ketidaksesuaian ini, tetapi kemungkinan lain adalah beberapa data broker sengaja tidak mematuhi hukum dengan tidak mendaftar, sehingga ini bisa menjadi masalah hukum yang serius dalam penegakan privasi.
Kelompok hak privasi mendesak para jaksa agung negara bagian terkait untuk menyelidiki masalah ini dan melakukan tindakan tegas, agar perlindungan privasi konsumen di tingkat negara bagian dipastikan berjalan efektif dan menjadi contoh penegakan hukum privasi data yang lebih baik.


