Fasilitas Lithium Terintegrasi Pertama Dunia dari Air Produksi Minyak di AS
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
26 Jun 2025
96 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Fasilitas lithium di Marcellus Shale akan menjadi yang pertama di dunia dalam proses pengolahan lithium dari air limbah.
Teknologi EC² alkaLi menjanjikan pemulihan lithium yang tinggi dengan dampak lingkungan yang lebih rendah.
Permintaan lithium yang meningkat menjadikan waktu peluncuran fasilitas ini sangat strategis bagi industri energi bersih di AS.
Di tengah permintaan lithium yang meningkat karena kendaraan listrik dan penyimpanan energi, sebuah perusahaan AS bernama Gradiant meluncurkan fasilitas lithium terintegrasi pertama di dunia. Fasilitas ini berlokasi di Pennsylvania dan menggunakan air hasil produksi minyak sebagai sumber lithium, yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dalam rantai pasokan lithium.
Teknologi utama dari fasilitas ini adalah proses EC² yang dapat mengekstrak, mengonsentrat, dan mengubah lithium menjadi bahan baterai dalam satu sistem terpadu. Proses ini memungkinkan pemulihan lithium hingga 97 persen dengan kemurnian tinggi 99,5 persen, lebih efisien dibandingkan metode tradisional.
Selain efisien, teknologi ini juga mengurangi penggunaan air, energi, dan limbah, sehingga lebih ramah lingkungan. Karena menggunakan air produksi minyak, proses ini juga mempercepat perizinan dan menekan biaya kapital dan operasional hingga 50 persen.
Fasilitas ditargetkan beroperasi secara komersial pada awal 2026 dan dapat memenuhi hingga setengah kebutuhan lithium di Amerika Serikat. Perusahaan juga telah menjalin kesepakatan untuk memasok 5.000 ton lithium karbonat baterai tiap tahun ke produsen baterai domestik.
Dengan inovasi ini, Gradiant dan alkaLi ingin memperkuat pasokan lithium domestik yang lebih bersih dan berkelanjutan, serta membantu mendorong transisi energi hijau dan mobilitas elektrik di masa depan.



