Ilmuwan Temukan Denyut Mantel Bumi di Bawah Afar yang Picu Terbentuknya Laut Baru
Sains
Iklim dan Lingkungan
25 Jun 2025
108 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Penelitian ini menunjukkan bahwa mantel di bawah Afar berperilaku seperti detak jantung dengan pulsasi yang tidak konstan.
Aliran mantel yang berdenyut dapat mempengaruhi aktivitas vulkanik dan gempa bumi di permukaan.
Kolaborasi antar disiplin ilmu sangat penting untuk memahami proses yang terjadi di bawah permukaan Bumi.
Para ilmuwan dari Universitas Southampton melakukan penelitian penting mengenai proses bumi di bawah kawasan Afar, Ethiopia. Wilayah ini unik karena menjadi titik pertemuan tiga lempeng tektonik yang sedang bergerak menjauh dan menyebabkan kerak bumi menipis.
Penelitian menemukan bahwa mantel di bawah Afar tidak naik secara konstan, melainkan mengalami pulsa naik turun layaknya detak jantung. Pulsa-pulsa ini membawa tanda kimia yang berbeda-beda tergantung bagaimana lempeng di atasnya bergerak dan menipis.
Melalui pengumpulan dan analisis lebih dari 130 sampel batuan vulkanik serta data geokimia, para ilmuwan berhasil mengidentifikasi satu mantel plume yang tidak simetris dengan pola kimia berulang, yang disebut sebagai barcode geologis.
Penemuan ini membantu menghubungkan proses dalam bumi dengan kejadian di permukaan seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi. Para ahli juga menyatakan bahwa pulsa mantel ini bisa mempercepat terjadinya pembelahan benua dan memulai pembentukan samudra baru.
Studi ini menunjukkan pentingnya kerjasama antar bidang keilmuan untuk memahami proses dalam bumi dan hubungannya dengan fenomena permukaan. Penelitian ini membuka jalan bagi pemahaman lebih dalam tentang bagaimana planet kita terus berubah.


