Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Thales Perkenalkan Alat Peperangan Elektronik Ringan untuk Drone di Paris Air Show 2025

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (9mo ago) cyber-security (9mo ago)
24 Jun 2025
81 dibaca
2 menit
Thales Perkenalkan Alat Peperangan Elektronik Ringan untuk Drone di Paris Air Show 2025

Rangkuman 15 Detik

Payload perang elektronik baru dari Thales meningkatkan kemampuan taktis untuk unit militer.
Integrasi dengan drone tethered memungkinkan pengawasan yang lebih lama dan lebih efektif.
Thales menunjukkan komitmennya untuk menyediakan solusi inovatif dalam perang elektronik di Paris Air Show.
Pada Paris Air Show 2025 di Prancis, Thales memperkenalkan perangkat peperangan elektronik yang ringkas dan hemat daya, dirancang khusus untuk drone kecil yang digunakan di medan perang. Perangkat ini dapat mendeteksi sinyal radio tanpa memancarkan sendiri, membuatnya ideal untuk misi pengintaian pasif dalam kondisi komunikasi terbatas. Perangkat yang beratnya kurang dari 5 kg dan membutuhkan kurang dari 40 watt ini dapat dipasang pada drone bebas terbang maupun tethered. Drone tethered memiliki keunggulan karena dapat beroperasi lebih lama tanpa baterai tambahan dan lebih sulit terdeteksi radar, menjadikannya sangat cocok untuk pengawasan berkelanjutan di pangkalan operasi dan kapal perang. Thales mengembangkan sistem ini melalui kontrak proof-of-concept dari Defence Innovation Agency Prancis dan telah diuji dalam berbagai operasi oleh pasukan pertahanan Prancis. Pasukan mengonfirmasi bahwa perangkat ini mudah digunakan bahkan oleh personel dengan pelatihan terbatas, sehingga memungkinkan penggunaan luas di unit konvensional. Selain payload peperangan elektronik baru, Thales juga memamerkan teknologi tambahan untuk membantu operasi multi-domain, seperti radio SYNAPS-H dengan manajemen gelombang AI dan sistem pengambilan keputusan CORTEX NG. Sistem SPECTRA pada pesawat Rafale juga menerima pembaruan agar lebih cepat dan mampu berinteroperasi dengan data aliansi. Pengenalan teknologi ini menandai perubahan strategi dominasi elektromagnetik dari platform besar ke unit taktis yang lebih terdistribusi dan responsif. Inovasi ini penting bagi pasukan NATO agar tetap unggul di medan tempur yang semakin kompetitif dan kompleks dalam penggunaan spektrum frekuensi radio.