Saham Circle Melonjak Tajam, Nilai Perusahaan Hampir Menyamai Stablecoin USDC
Finansial
Mata Uang Kripto
24 Jun 2025
59 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Saham Circle mengalami lonjakan signifikan setelah IPO, mencerminkan minat tinggi terhadap stablecoin.
Regulasi yang lebih jelas di pasar cryptocurrency dapat membuka peluang baru bagi perusahaan seperti Circle.
Meskipun ada potensi pertumbuhan, analis memperingatkan bahwa valuasi Circle mungkin tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.
Saham Circle, penerbit stablecoin USDC, mengalami lonjakan luar biasa sejak IPO yang baru dilakukan bulan ini. Sahamnya naik hingga 750% dari harga pembukaan Rp 517.70 ribu ($31) dan sempat mencapai hampir Rp 4.99 juta ($299) per saham. Peningkatan ini membuat nilai pasar Circle hampir menyamai kapitalisasi pasar stablecoin USDC yang mencapai lebih dari Rp 1.02 quadriliun ($61 miliar) .
Lonjakan harga saham Circle didorong oleh minat investor yang besar terhadap pasar stablecoin yang semakin berkembang. USDC sendiri merupakan stablecoin terbesar kedua yang banyak digunakan di berbagai bursa kripto dan protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi), serta semakin populer untuk pembayaran dan transaksi lintas negara.
Dukungan regulasi juga menjadi katalisator utama. Senat Amerika Serikat baru-baru ini mengesahkan GENIUS Act yang akan memberikan kerangka hukum bagi pengaturan stablecoin. Regulasi ini meningkatkan kepercayaan pasar dan membuka peluang pasar stablecoin untuk tumbuh hingga triliunan dolar dalam beberapa tahun ke depan.
Meski begitu, beberapa analis seperti Jon Ma mengingatkan bahwa valuasi saham Circle saat ini sangat tinggi dan belum sepenuhnya mencerminkan fundamental bisnis perusahaan. Dengan rasio harga terhadap pendapatan dan laba yang ekstrem, potensi kenaikan harga saham ke depan dinilai terbatas jika tidak ada perubahan model bisnis atau pertumbuhan signifikan lainnya.
Perkembangan ini menempatkan Circle sejajar dengan perusahaan fintech besar seperti Robinhood dan Coinbase dalam hal nilai pasar. Lonjakan sahamnya mencerminkan optimisme investor terhadap masa depan pasar stablecoin, namun juga mengindikasikan perlunya kewaspadaan terhadap risiko valuasi yang mungkin terlalu berlebihan.