ESA dan Blue Origin Kerjasama Bangun Stasiun Luar Angkasa Komersial Baru
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
23 Jun 2025
36 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
ESA menjalin kerjasama dengan Blue Origin untuk mengembangkan stasiun luar angkasa komersial.
Orbital Reef direncanakan sebagai tempat untuk penelitian, pembuatan film, dan potensi hotel luar angkasa.
ESA belajar dari misi astronot pendek untuk memaksimalkan penelitian di mikrogravitasi.
Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akan pensiun pada akhir dekade ini dan akan dikembalikan dengan cara yang aman agar tidak membahayakan penduduk di Bumi. Proyek penggantinya semakin mengandalkan stasiun luar angkasa komersial yang dikembangkan oleh perusahaan swasta. Salah satu yang tengah dikembangkan adalah Orbital Reef oleh Blue Origin dalam kemitraan dengan ESA dan Thales Alenia Space.
Orbital Reef dirancang sebagai stasiun luar angkasa dengan fungsi ganda, mampu menampung hingga enam sampai lebih dari sepuluh orang untuk berbagai aktivitas mulai dari penelitian ilmiah hingga wisata luar angkasa. ESA menjajaki peran penting di dalam proyek ini, termasuk berkontribusi dalam perangkat keras dan mengirim astronot serta muatan Eropa.
ESA saat ini juga mengirimkan astronot cadangan ke ISS dalam misi singkat melalui perusahaan swasta, seperti misi Ax-3 dengan Marcus Wandt dan misi Ax-4 yang direncanakan untuk tahun 2025 dengan Sławosz Uznański-Wiśniewski, guna mempelajari cara optimal penggunaaan waktu untuk riset di ruang angkasa.
Kerjasama ESA dengan Blue Origin menunjukkan upaya Eropa untuk tetap eksis dan berperan penting di era stasiun luar angkasa komersial yang semakin berkembang. Di samping itu, ESA juga menjalin kemitraan dengan perusahaan lain seperti Vast untuk proyek Haven-1, dan NASA juga mendukung pengembangan stasiun komersial lainnya seperti Starlab.
Persaingan dan kolaborasi antar perusahaan swasta seperti SpaceX, Blue Origin, dan lainnya akan menjadi kunci kemajuan eksplorasi ruang angkasa pada masa depan. ESA dan negara-negara Eropa melalui kolaborasi ini berharap dapat memenuhi kebutuhan penelitian dan komersial mereka di orbit rendah Bumi setelah ISS pensiun.



