Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Microsoft Berambisi Ubah Xbox Jadi Platform Gaming Multi-Perangkat Demi Saingi Steam

Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
gaming-pc-console-mobile (9mo ago) gaming-pc-console-mobile (9mo ago)
26 Jun 2025
68 dibaca
2 menit
Microsoft Berambisi Ubah Xbox Jadi Platform Gaming Multi-Perangkat Demi Saingi Steam

Rangkuman 15 Detik

Microsoft berusaha untuk mengubah persepsi Xbox menjadi platform yang lebih luas daripada sekadar konsol.
Kemitraan dengan AMD menunjukkan komitmen Microsoft untuk inovasi dalam perangkat keras gaming.
Keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada bagaimana Microsoft dapat mengatasi kebingungan merek dan memberikan pengalaman yang mulus di berbagai perangkat.
Xbox selama ini dikenal sebagai konsol game fisik yang biasa ditempatkan di bawah TV. Namun, Microsoft kini berupaya keras mengubahnya menjadi platform gaming yang bisa digunakan di ponsel, laptop, PC genggam, hingga perangkat VR, lewat kampanye 'This is an Xbox'. Tujuan mereka adalah agar Xbox tidak hanya dilihat sebagai konsol semata. Salah satu upaya terbaru adalah peluncuran perangkat handheld ROG Xbox Ally yang dapat melakukan streaming game dari cloud atau Xbox lain. Meski demikian, perangkat ini tidak bisa menjalankan game Xbox secara native, yang menimbulkan kekhawatiran soal pengalaman pengguna dan nilai investasi perangkat tersebut. Microsoft juga menegaskan bahwa mereka ingin menjadikan Windows sebagai platform utama untuk gaming, tanpa mengunci pengguna ke satu toko game saja seperti masa lalu. Kolaborasi mendalam dengan AMD menghasilkan chip khusus yang kuat, kompatibel dengan game lama, serta akan dipakai di konsol, handheld, dan PC. Upaya ini bukan yang pertama. Sekitar 20 tahun lalu, Bill Gates memperkenalkan visi serupa lewat inisiatif Games for Windows Live, yang akhirnya gagal bersaing dengan Steam. Bedanya, saat ini Microsoft tidak punya posisi dominan seperti dulu, sehingga mereka harus membuka platform lebih luas dan mendorong perubahan besar. Namun, tantangan tetap besar. Microsoft harus mengalahkan persepsi lama soal Xbox, menghadapi risiko kebingungan soal branding baru Xbox PC, sekaligus menghadapi pemotongan besar di divisi Xbox yang berisiko merusak brand yang sudah mereka bangun selama ini.