Perubahan Iklim Picu Risiko Kelahiran Prematur dan Masalah Pernapasan Anak
Sains
Iklim dan Lingkungan
06 Sep 2025
244 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Perubahan iklim berdampak negatif pada kesehatan anak, termasuk peningkatan risiko kelahiran prematur.
Penelitian menunjukkan hubungan langsung antara suhu ekstrem dan berbagai masalah kesehatan anak.
Polusi udara dari kebakaran hutan dan faktor lingkungan lainnya berkontribusi pada penyakit pernapasan pada anak-anak.
Perubahan iklim yang semakin parah telah menimbulkan ancaman kesehatan serius bagi anak-anak di seluruh dunia, khususnya terkait dengan peningkatan suhu ekstrem dan kualitas udara yang memburuk. Banyak studi mengungkapkan dampak negatif tersebut, termasuk peningkatan risiko bayi lahir prematur.
Saat ini, sekitar 600 juta orang tinggal di wilayah dengan suhu tidak ideal untuk manusia, dan jumlah ini diperkirakan akan melonjak hingga 3 miliar pada akhir abad ini jika pemanasan global tidak dikendalikan dengan baik.
Suhu ekstrem seperti gelombang panas telah terbukti meningkatkan risiko kelahiran prematur rata-rata sebesar 60 persen, sebuah kondisi serius yang dapat berakibat pada komplikasi kesehatan seumur hidup bagi bayi yang lahir.
Selain suhu ekstrem, polutan udara yang meningkat akibat kebakaran hutan, kekeringan, dan perubahan musim telah memperburuk penyakit pernapasan pada anak-anak, membuat mereka lebih sering membutuhkan perawatan di unit gawat darurat rumah sakit.
Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa cuaca ekstrem seperti dingin yang berlebihan serta kekeringan dan curah hujan yang tidak teratur dapat menghambat pertumbuhan anak-anak dan memperparah kondisi medis yang sudah ada, menegaskan pentingnya upaya mitigasi perubahan iklim.
Analisis Ahli
Corey Bradshaw
Perubahan iklim secara langsung memperburuk masalah kesehatan anak, dengan suhu ekstrem meningkatkan risiko kelahiran prematur hingga 60% dan memperdalam masalah pernapasan melalui polusi udara.

