WhatsApp Mulai Tampilkan Iklan, Pengguna dan Pendiri Kecewa
Bisnis
Marketing
18 Jun 2025
257 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
WhatsApp mulai menampilkan iklan, mengubah pengalaman pengguna yang sebelumnya bebas iklan.
Pendiri WhatsApp, Koum dan Acton, menentang iklan dan khawatir tentang privasi pengguna.
Pengguna kini mempertimbangkan alternatif seperti Signal karena perubahan kebijakan iklan WhatsApp.
WhatsApp, aplikasi pesan instan populer, mulai menampilkan iklan di dalam fiturnya yang bernama status atau tab "Update". Ini adalah perubahan besar karena WhatsApp selama lebih dari sepuluh tahun tidak pernah memperkenalkan iklan. Iklan yang muncul berupa status yang disponsori oleh bisnis, mirip dengan status yang biasa dibagikan oleh pengguna.
Meta, perusahaan induk WhatsApp, mengklaim bahwa iklan ini dirancang dengan memperhatikan privasi pengguna. Mereka memastikan iklan tidak akan mengambil data dari pesan pribadi, panggilan, atau status karena semuanya tetap terenkripsi. Iklan akan ditargetkan berdasarkan lokasi pengguna, bahasa, saluran yang diikuti, dan bagaimana pengguna berinteraksi dengan iklan tersebut.
Keputusan Meta ini berlawanan dengan prinsip awal WhatsApp yang menjunjung tinggi privasi dan pengalaman tanpa gangguan iklan. Para pendiri WhatsApp, Jan Koum dan Brian Acton, sangat menentang iklan dan memilih keluar dari perusahaan ketika Meta mulai mendorong monetisasi melalui iklan. Banyak pengguna pun merasa dikhianati dan berencana beralih ke aplikasi alternatif seperti Signal yang bebas iklan.
Selain menambahkan iklan di WhatsApp, Meta juga mengembangkan fitur baru seperti chatbot AI yang bisa membaca pesan yang disebutkan untuk memberikan layanan interaktif. Meskipun ada klaim perlindungan privasi, beberapa pakar teknologi menyatakan bahwa langkah ini membawa risiko pelanggaran privasi dan membuat WhatsApp menjadi bagian dari 'kerajaan iklan' Meta yang luas.
Reaksi pengguna dan pengamat teknologi cukup keras menanggapi penambahan iklan ini. Beberapa menganggapnya sebagai pengkhianatan terhadap janji awal WhatsApp, sementara yang lain merasa tidak terlalu terpengaruh karena iklan hanya ada di bagian yang jarang digunakan. Meski demikian, langkah ini tetap menandai perubahan besar dalam model bisnis WhatsApp dan menimbulkan kekhawatiran tentang privasi pengguna.

