Ilmuwan China Ubah Tanah Asin Jadi Ladang Subur untuk Ketahanan Pangan
Sains
Iklim dan Lingkungan
16 Jun 2025
217 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Ilmuwan China berhasil mengubah tanah garam menjadi lahan pertanian yang subur.
Proyek ini adalah bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan ketahanan pangan.
Xinjiang memiliki potensi besar untuk pertanian meskipun terdapat tantangan dari tanah salin.
Ilmuwan pertanian di China berhasil mengubah tanah yang sebelumnya terlalu asin dan kurang subur menjadi lahan pertanian yang produktif. Proyek ini terutama terjadi di wilayah Xinjiang, yang memiliki salah satu lahan salin-alkali terbesar di negara tersebut.
Melalui kerja keras selama tujuh tahun, tim peneliti dari Universitas Shihezi mengembangkan varietas rapeseed "Huayouza 62" yang tahan terhadap kondisi tanah asin dan alkali. Tanaman ini tidak hanya tumbuh dengan baik, tapi juga dijadikan pupuk hijau untuk memperbaiki kualitas tanah.
Perbaikan kualitas tanah tersebut memungkinkan petani mulai menanam berbagai tanaman lain seperti gandum, kapas, dan tomat. Usaha ini juga termasuk bagian dari strategi nasional China untuk memperkuat ketahanan pangan menghadapi tantangan global.
Xinjiang sendiri sangat penting dalam upaya ini karena wilayahnya yang sangat luas dan memiliki banyak lahan yang belum terpakai akibat kandungan garam yang tinggi. Dengan melakukan reklamasi, wilayah ini berpotensi menjadi pusat produksi pangan yang lebih besar.
Langkah ini membantu mengatasi kekhawatiran terkait pasokan pangan global yang tidak menentu, sekaligus mendukung tujuan China untuk mencapai ketahanan pangan dan kemandirian di bidang pertanian.


