Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Tingkatkan Ketahanan Pangan Lewat Transformasi Lahan Pertanian Berkualitas Tinggi

Sains
Iklim dan Lingkungan
SCMP SCMP
31 Mar 2025
206 dibaca
1 menit
China Tingkatkan Ketahanan Pangan Lewat Transformasi Lahan Pertanian Berkualitas Tinggi

Rangkuman 15 Detik

Pemerintah Tiongkok berencana untuk meningkatkan lahan pertanian menjadi standar tinggi untuk keamanan pangan.
Lahan standar tinggi dapat meningkatkan efisiensi dan hasil pertanian secara signifikan.
Transformasi lahan pertanian diharapkan dapat dicapai sepenuhnya pada tahun 2035.
Pemerintah China memiliki rencana untuk meningkatkan kualitas lahan pertanian dengan mengubah semua "lahan pertanian dasar yang memenuhi syarat" menjadi lahan pertanian berkualitas tinggi atau "lahan yang difasilitasi dengan baik" hingga tahun 2035. Lahan pertanian ini sangat penting untuk keamanan pangan negara. Rencana ini melibatkan penggunaan teknologi canggih untuk meningkatkan kualitas tanah, mencegah bencana, dan mengelola lahan dengan lebih baik. Target dari rencana ini dibagi menjadi dua tahap. Pertama, mereka ingin mengembangkan 1,35 miliar mu (sekitar 90 juta hektar) lahan berkualitas tinggi pada tahun 2030. Kedua, semua lahan pertanian dasar yang memenuhi syarat akan diubah menjadi lahan berkualitas tinggi pada tahun 2035, dengan total 455 juta mu lahan yang ditingkatkan. Hingga akhir tahun lalu, China sudah berhasil mengembangkan lebih dari 1 miliar mu lahan berkualitas tinggi. Lahan berkualitas tinggi ini lebih efisien dibandingkan lahan biasa, karena dapat menghemat lebih dari 10 persen dalam penggunaan air, pupuk, dan biaya lainnya, serta meningkatkan hasil panen biji-bijian antara 10 hingga 20 persen. Tahun lalu, produksi biji-bijian China mencapai rekor 706,5 juta ton, meningkat 1,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Analisis Ahli

Dr. Li Wei (Pakarnya Agronomi Nasional China)
Langkah pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur dan teknologi lahan pertanian merupakan fondasi yang kuat untuk meningkatkan produksi dan ketahanan pangan, tetapi perlu diperhatikan pelatihan dan dukungan berkelanjutan untuk petani agar teknologi ini benar-benar efektif.