Meta Akuisisi Scale AI Senilai 14,3 Miliar untuk Bangun AI Super Pintar
Teknologi
Kecerdasan Buatan
13 Jun 2025
25 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Meta mengakuisisi 49 persen dari Scale AI untuk memperkuat upaya pengembangan AI.
Alexandr Wang akan memimpin tim baru di Meta untuk menciptakan superintelligence.
Scale AI terus berkembang dan bekerja sama dengan pemerintah untuk pengembangan teknologi AI.
Meta menghadapi kesulitan dalam perkembangan AI setelah peluncuran model Llama 4 yang kurang memuaskan. Sebagai langkah strategis, Meta menginvestasikan 14,3 miliar dolar AS untuk mengambil hampir setengah saham Scale AI serta merekrut CEO Scale, Alexandr Wang, untuk memimpin sebuah tim AI yang baru dan ambisius.
Alexandr Wang akan langsung melapor ke Mark Zuckerberg dan memimpin laboratorium AI baru di Meta yang fokus pada pembangunan teknologi superintelligence. Langkah ini diambil agar Meta dapat bersaing kembali dengan perusahaan teknologi besar lainnya seperti Google dan OpenAI yang kini lebih unggul dalam pengembangan AI.
Scale AI berperan penting dalam membantu perusahaan AI besar dengan menyediakan layanan pelabelan data menggunakan tenaga kerja dari luar AS. Scale juga memiliki kontrak penting dengan pemerintah AS dan Qatar, yang memperkuat posisi mereka di pasar global AI dan memungkinkan pertumbuhan bisnis yang signifikan.
Selain investasi besar tersebut, Meta juga aktif merekrut para peneliti AI terkemuka dari perusahaan rival dengan menarik mereka menggunakan paket kompensasi yang menarik. Upaya ini merupakan bagian dari strategi Meta untuk mempercepat inovasi dan mengatasi keterlambatan mereka dalam dunia AI.
Meta juga berfokus pada pengembangan Meta AI sebagai pesaing ChatGPT dengan menargetkan satu miliar pengguna bulanan dan membangun kecerdasan buatan umum pada tahun 2025. Meskipun demikian, tantangan seperti penundaan rilis model terbaru dan kontroversi tetap menjadi hambatan yang harus diatasi.

