Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Meta Bentuk Divisi Baru untuk Kejar Kecerdasan Buatan Super Canggih

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (8mo ago) artificial-intelligence (8mo ago)
01 Jul 2025
63 dibaca
2 menit
Meta Bentuk Divisi Baru untuk Kejar Kecerdasan Buatan Super Canggih

Rangkuman 15 Detik

Meta membentuk Laboratorium Superintelligence untuk mempercepat pengembangan kecerdasan buatan.
Alexandr Wang dan Nat Friedman adalah tokoh kunci dalam inisiatif baru ini, membawa pengalaman dari perusahaan lain.
Meskipun Meta berinvestasi besar di AI, ada keraguan tentang potensi pengembalian investasi dalam waktu dekat.
Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, membentuk sebuah divisi baru bernama Meta Superintelligence Labs untuk mempercepat pengembangan kecerdasan buatan yang sangat canggih atau dikenal sebagai kecerdasan buatan umum (AGI). Langkah ini dilakukan untuk mengatasi tantangan setelah banyak staf penting yang keluar dan model AI terbaru mereka, Llama 4, kurang mendapat sambutan baik di pasar. Divisi baru ini dipimpin oleh Alexandr Wang, mantan CEO Scale AI, dan didampingi oleh Nat Friedman, mantan CEO GitHub, serta beberapa tokoh penting dari startup dan perusahaan AI ternama seperti Safe Superintelligence (SSI). Zuckerberg melakukan perekrutan talenta AI dari perusahaan besar seperti OpenAI, Google, dan Anthropic untuk memperkuat timnya. Meta juga melakukan investasi besar senilai 14,3 miliar dolar AS di Scale AI guna mendukung pengembangan teknologi mereka. Selain itu, Zuckerberg sempat menawarkan paket gaji besar melalui WhatsApp untuk merekrut talenta penting di bidang AI, termasuk karyawan OpenAI yang mendapatkan bonus besar dari Meta. Meski begitu, ada kekhawatiran dari beberapa analis bahwa investasi besar Meta di bidang AI, mirip dengan investasi sebelumnya di Reality Labs, mungkin tidak memberikan keuntungan signifikan dalam waktu dekat. Reality Labs sendiri telah menghabiskan lebih dari 60 miliar dolar AS tanpa hasil besar selain beberapa produk seperti kacamata pintar Ray-Ban dan headset Quest. Persaingan dalam pengembangan AI sangat ketat, dengan banyak perusahaan besar seperti Google, OpenAI, Microsoft, dan Amazon juga melakukan investasi dan perekrutan besar-besaran. Para ahli seperti Yann LeCun dari Meta dan Masayoshi Son dari SoftBank mengungkapkan bahwa meskipun tantangan masih besar, terobosan AGI kemungkinan akan terwujud dalam satu dekade mendatang.