Lubang Bor Batubara Bekas di Queensland Mengeluarkan Emisi Metana Super Besar
Sains
Iklim dan Lingkungan
04 Sep 2025
114 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Borehole batubara yang ditinggalkan dapat menjadi sumber emisi metana yang signifikan.
Sealing borehole yang paling berbahaya dapat menjadi solusi yang efektif dan biaya rendah untuk mengurangi emisi.
Penelitian ini menunjukkan perlunya audit untuk mengidentifikasi semua borehole yang bocor dan mengukur dampak emisi mereka.
Di pedesaan Queensland, Australia, ditemukan sebuah lubang bor batubara yang telah ditinggalkan selama kira-kira dua puluh tahun yang ternyata mengeluarkan metana dalam jumlah besar. Lubang bor itu sangat dalam, sekitar 100 meter, dan meskipun terlihat seperti tambalan tanah biasa di kebun ternak, ternyata menyumbang 235 ton metana setiap tahun.
Emisi metana dari lubang bor tersebut setara dengan dampak dari 10.000 mobil yang sama-sama mendaki 12.000 kilometer dalam satu tahun. Para peneliti dari University of Queensland menggunakan alat canggih, yaitu sistem Quantum Gas LiDAR, yang mampu mengukur jumlah metana dengan lebih presisi dibanding sensor biasa. Pengukuran dilakukan selama seminggu sehingga data yang dihasilkan lebih akurat dan dapat diekstrapolasi untuk prediksi jangka panjang.
Lubang bor ini hanyalah satu dari sekitar 130.000 lubang bor batubara lainnya di Queensland yang status segelnya tidak diketahui. Banyak lubang ini memungkinkan gas metana yang sebelumnya terperangkap dalam bumi untuk keluar ke atmosfer tanpa terdeteksi. Kondisi tanah tanpa rumput di sekitar lubang bor juga menjadi tanda adanya kebocoran gas.
Para ahli menegaskan bahwa metana adalah gas rumah kaca yang memiliki dampak pemanasan 80 kali lebih besar daripada karbon dioksida selama 20 tahun pertama di atmosfer. Karena itu, mengatasi kebocoran metana adalah cara yang cepat dan efektif untuk mengurangi pemanasan global secara signifikan dalam jangka pendek.
Solusi utama yang ditawarkan adalah penutupan lubang bor dengan semen, yang merupakan cara mudah dan murah untuk menghentikan keluarnya metana. Peneliti berencana memperluas studi untuk melibatkan lebih banyak lubang bor, termasuk lubang bor air, untuk mengetahui sejauh mana masalah ini tersebar dan mencari peluang pengurangan emisi lebih besar.
Analisis Ahli
Phil Hayes
Ini adalah pengukuran jangka panjang pertama yang menunjukkan bahwa lubang bor bekas bisa menjadi sumber signifikan emisi metana.Sebastian Hoerning
Meskipun tidak semua lubang bor adalah emitter, lubang bor yang bocor dapat menjadi sumber besar emisi gas rumah kaca yang saat ini belum tercatat.

