Kulit Robot Fleksibel dan Murah yang Bisa Merasakan Berbagai Sentuhan
Teknologi
Robotika
12 Jun 2025
105 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kulit robot yang dikembangkan dapat mendeteksi berbagai jenis sentuhan dengan efektif.
Teknologi ini memiliki potensi untuk meningkatkan interaksi antara robot dan dunia fisik.
Penggunaan pembelajaran mesin membantu meningkatkan efisiensi deteksi sentuhan pada kulit robot.
Para peneliti dari University of Cambridge dan University College London berhasil mengembangkan kulit robot yang sangat sensitif dan bisa merasakan berbagai macam sentuhan seperti manusia. Kulit ini terbuat dari bahan hidrogel gelatin yang lentur dan konduktif listrik, sehingga bisa dibentuk menyerupai tangan manusia.
Keunggulan kulit robot ini adalah kemampuannya mendeteksi sinyal dari lebih dari 860.000 jalur kecil di bahan sensor, memungkinkan robot mengenali ketukan jari, suhu panas atau dingin, bahkan luka sayatan sekaligus dalam satu bahan. Ini berbeda dari teknologi sebelumnya yang memerlukan sensor berbeda untuk tiap jenis sentuhan.
Kulit robot ini menggunakan 32 elektroda yang ditempatkan di pergelangan tangan. Dari situ, lebih dari 1,7 juta data dikumpulkan untuk memahami berbagai tipe sentuhan. Dengan bantuan machine learning, robot dapat belajar membedakan jenis sentuhan yang berbeda secara efisien dan akurat.
Pengujian dilakukan dengan berbagai cara seperti menggunakan heat gun, sentuhan jari manusia maupun lengan robot, hingga sayatan dengan skalpel. Data ini sangat membantu dalam pelatihan model agar kulit robot dapat merespon sentuhan dengan cara yang lebih mirip manusia.
Teknologi ini menjanjikan solusi yang lebih murah dan tahan lama untuk kulit robot yang lebih peka, sehingga dapat membantu robot berinteraksi secara lebih alami dengan dunia sekitar. Ini merupakan langkah maju yang penting dalam pengembangan robotika.



