Reptil Purba Bertahan dan Migrasi 10.0.00 km (000 Mil) di Tengah Panas Ekstrem Trias
Sains
Iklim dan Lingkungan
11 Jun 2025
163 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Reptil purba lebih tangguh dari yang diperkirakan dan mampu bertahan dalam kondisi ekstrem.
Migrasi sejauh 10.000 mil menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa dari archosauromorphs.
Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang evolusi dan penyebaran reptil di era Trias.
Sekitar 252 juta tahun yang lalu, terjadi kepunahan massal yang menghancurkan sekitar setengah dari hewan di darat dan sebagian besar spesies laut. Hal ini membuat sebagian besar wilayah tropis menjadi sangat panas dan tidak dapat dihuni, yang dikenal sebagai zona mati tropis.
Para peneliti dari Universitas Birmingham dan Bristol menemukan bahwa reptil purba yang merupakan nenek moyang dinosaurus dan buaya ternyata mampu bertahan hidup dalam kondisi sangat keras ini. Mereka tidak terjebak di satu wilayah saja, melainkan bermigrasi sejauh 10.0.00 km (000 mil) melalui area yang sangat panas tersebut.
Untuk mempelajari bagaimana reptil ini bisa bertahan dan bermigrasi, tim peneliti menggunakan teknik pemodelan baru yang disebut TARDIS. Teknik ini menggabungkan peta lanskap kuno dan pohon evolusi untuk menelusuri jalur penyebaran mereka di dunia kuno.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan bertahan di zona tropis yang keras memberi keuntungan evolusi yang penting bagi reptil tersebut. Ini membantu mereka mendominasi periode Trias dan memunculkan dinosaurus yang kemudian menjadi makhluk penting dalam sejarah kehidupan bumi.
Dinosaurus pertama diketahui muncul sekitar 240 juta tahun lalu sebagai hewan kecil yang berjalan dengan dua kaki. Temuan ini juga menegaskan bahwa lingkungan dan iklim ekstrem berperan besar dalam mengarahkan evolusi dan sebaran makhluk hidup di masa lampau.


