TLDR
Google menawarkan program keluar sukarela untuk pegawai yang merasa tidak selaras dengan strategi perusahaan. Kebijakan lokasi kerja baru mengharuskan pegawai K&I untuk kembali ke kantor setidaknya tiga hari dalam seminggu. Terdapat keinginan dari manajemen untuk meningkatkan kolaborasi dan inovasi melalui kerja di kantor. Google saat ini menawarkan program keluar sukarela bagi karyawan di beberapa organisasi tertentu, termasuk Search dan engineering, dengan tujuan memberikan pilihan bagi mereka yang merasa tidak cocok atau kurang bersemangat dalam pekerjaan mereka. Tawaran ini berupa pesangon minimal 14 minggu gaji dengan batas pendaftaran sampai tanggal 1 Juli.Selain itu, Google juga mensyaratkan karyawan yang tinggal dalam radius 50 mil dari kantor untuk kembali bekerja di kantor setidaknya tiga hari per minggu mulai September, jika tidak akan menerima pemutusan hubungan kerja dengan pesangon. Kebijakan ini diterapkan untuk meningkatkan kolaborasi dan inovasi di lingkungan kerja.Kebijakan buyout ini sebelumnya juga sudah dilakukan pada grup lain seperti platform dan layanan Android serta perangkat Pixel. Google menegaskan bahwa langkah ini bukan semata-mata untuk pengurangan karyawan, namun untuk memastikan semua orang berkomitmen penuh dengan tujuan dan strategi perusahaan.Dalam memo internal, Nick Fox mengungkapkan bahwa perusahaan ingin mempertahankan karyawan yang bersemangat dan berkinerja baik, sekaligus memberikan jalan keluar bagi yang tidak nyaman dengan perubahan strategi yang sedang dijalankan. Dia juga menekankan pentingnya kehadiran fisik dalam bekerja guna mempercepat pengambilan keputusan dan inovasi.Google tetap membuka peluang bagi rekrutmen dan pertumbuhan karir internal setelah program keluar sukarela ini, sehingga karyawan yang bertahan bisa mendapatkan kesempatan pengembangan lebih jauh. Demikian juga, perusahaan berjanji untuk memberikan dukungan relokasi bagi karyawan yang harus kembali ke kantor.