TLDR
Meta berencana untuk memfokuskan investasi pada teknologi kecerdasan buatan. Pemecatan karyawan di Meta didasarkan pada kinerja, dengan penekanan pada pengelolaan kinerja yang lebih ketat. Tren pemecatan di perusahaan besar meningkat, mencerminkan perubahan dalam pasar kerja akibat adopsi AI. Meta, perusahaan besar di balik platform Facebook dan Instagram, mulai tahun ini melakukan pengurangan tenaga kerja sekitar 5% atau sekitar 3.600 karyawan. Langkah ini diambil untuk lebih fokus mengembangkan teknologi kecerdasan buatan dan inovasi masa depan di dunia media sosial.Pemangkasan karyawan di Meta terutama dilakukan berdasarkan penilaian kinerja, dengan target mempercepat pengeluaran karyawan yang dianggap berperforma rendah. Namun, ini menimbulkan kontroversi karena beberapa karyawan yang di-PHK ternyata memiliki evaluasi kinerja yang baik.Meta telah melakukan beberapa putaran PHK di berbagai divisi, termasuk Reality Labs yang fokus pada teknologi virtual reality dan Meta Superintelligence Labs yang menangani pengembangan AI. Ini selaras dengan strategi perusahaan untuk lebih gesit dan mengutamakan dampak individu di tim.Perusahaan juga berinvestasi besar-besaran di Scale AI senilai hampir 15 miliar dolar AS, dengan CEO Scale AI, Alexandr Wang, menjadi Chief AI Officer Meta. Ini menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pengembangan AI meski tengah melakukan pemangkasan karyawan.Meski banyak melakukan pemutusan hubungan kerja, Meta menegaskan akan terus mencari dan merekrut talenta terbaik di bidang AI agar perusahaan bisa bergerak lebih cepat dan tetap menjadi pemain utama dalam teknologi kecerdasan buatan.