Premier China Desak Percepat Penerapan Teknologi Baru untuk Mandiri Industri
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
10 Jun 2025
214 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Perdana Menteri Li Qiang menekankan pentingnya penerapan teknologi baru untuk inovasi industri.
Tiongkok berusaha untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi AS dalam konteks pembatasan ekspor.
Negosiasi perdagangan antara AS dan Tiongkok dapat mempengaruhi ekspor mineral tanah jarang.
China sedang berusaha keras untuk mengubah teknologi baru yang mereka miliki menjadi produk nyata yang dapat dipakai oleh masyarakat dan industri. Premier Li Qiang menegaskan pentingnya langkah ini karena menghubungkan inovasi riset dengan dunia industri, sesuatu yang disebutnya sebagai “mil terakhir” dari inovasi.
Teknologi dan industri adalah dua hal yang harus berjalan beriringan agar inovasi yang dilakukan bisa memiliki dampak nyata dalam meningkatkan kehidupan dan daya saing negara. Oleh karena itu, China tidak hanya ingin fokus pada riset dan pengembangan saja, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut benar-benar dipakai di berbagai sektor usaha.
Namun, upaya ini mendapat tantangan besar karena Amerika Serikat telah memberlakukan pembatasan ekspor teknologi yang sangat penting, termasuk teknologi mesin jet, chip desain, dan energi nuklir. Dengan adanya pembatasan ini, China menunjukkan masih bergantung pada teknologi luar negeri, khususnya dari AS.
Dalam negosiasi yang sedang berlangsung antara kedua negara, Amerika Serikat menyatakan akan melonggarkan pembatasan ekspor jika China meningkatkan pengiriman mineral tanah jarang ke AS. Mineral ini sangat penting untuk berbagai teknologi tinggi, dan negosiasi ini menjadi sangat krusial untuk masa depan hubungan dagang kedua negara.
Dengan kondisi seperti ini, Premier Li mendorong agar China lebih cepat menggabungkan sumber daya inovasi, melakukan reformasi kebijakan, dan memperkuat hubungan antara kebutuhan industri dan penawaran teknologi. Tujuannya agar teknologi yang dikembangkan bisa segera memberikan hasil yang nyata dan mendukung kemandirian teknologi China.


