Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ancaman Penghancuran Program Kunci EPA yang Melindungi Kesehatan dari Bahan Kimia Berbahaya

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (10mo ago) climate-and-environment (10mo ago)
12 Mei 2025
203 dibaca
2 menit
Ancaman Penghancuran Program Kunci EPA yang Melindungi Kesehatan dari Bahan Kimia Berbahaya

Rangkuman 15 Detik

Reorganisasi EPA dapat mengancam keberlangsungan program IRIS yang penting dalam penelitian risiko bahan kimia.
IRIS berfungsi memberikan penilaian kesehatan yang independen, berbeda dengan kantor lain yang memiliki tanggung jawab regulasi.
Industri kimia telah lama melawan IRIS, dan keberhasilan mereka dapat mengakibatkan penurunan regulasi terhadap bahan kimia berbahaya.
EPA berencana merombak kantor riset ilmiah utamanya, termasuk membubarkan program penting IRIS yang menyediakan penilaian risiko bahan kimia. IRIS selama puluhan tahun menjadi sumber utama data dan analisis ilmiah untuk pengawasan bahan kimia berbahaya demi kesehatan manusia dan lingkungan. Program IRIS berdiri sejak 1980-an dengan tujuan memberikan penelitian independen tentang bahaya bahan kimia. Ini berbeda dengan kantor lain dalam EPA karena IRIS hanya fokus pada riset ilmiah tanpa tugas mengatur, sehingga lebih bebas dari tekanan politik dan industri. Namun, IRIS menghadapi tekanan kuat dari industri kimia dan kelompok konservatif yang melihat regulasi bahan kimia sebagai ancaman bisnis. Reorganisasi EPA di bawah pemerintahan baru dan dukungan dari kelompok industri memperkuat tekanan untuk membubarkan IRIS. Para ahli menilai pembubaran IRIS akan melemahkan koordinasi riset bahan kimia dan memecah tugas penilaian risiko ke berbagai kantor yang rentan menghasilkan ketidaksesuaian data dan regulasi yang lemah. Ini juga akan menunda penentuan perlindungan terhadap bahan kimia berbahaya yang sudah menumpuk. Kritik juga datang dari GAO tentang lambatnya IRIS dalam menyelesaikan penilaian bahan kimia, namun para ahli mengatakan kekurangan staf dan anggaran menjadi penyebab utama. Dengan pengurangan staf yang direncanakan, masalah ini diperkirakan akan semakin buruk di masa depan.