Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penemuan Retina Buatan Berbasis Tellurium Pulihkan Penglihatan Buta dan Tambah Penglihatan Inframerah

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (9mo ago) health-and-medicine (9mo ago)
08 Jun 2025
230 dibaca
2 menit
Penemuan Retina Buatan Berbasis Tellurium Pulihkan Penglihatan Buta dan Tambah Penglihatan Inframerah

Rangkuman 15 Detik

Teknologi retina buatan menggunakan tellurium berpotensi untuk mengembalikan penglihatan pada orang buta.
Implan nanowire tellurium dapat meningkatkan kemampuan penglihatan hingga inframerah.
Penelitian ini menunjukkan kemajuan di persimpangan teknologi nano dan ilmu saraf, dengan aplikasi potensial dalam bidang medis dan peningkatan manusia.
Peneliti dari Universitas Fudan di Shanghai berhasil menciptakan implan retina buatan menggunakan nanowire tellurium, sebuah mineral langka dengan kemampuan menangkap cahaya, termasuk cahaya inframerah. Penemuan ini bertujuan membantu mengembalikan kemampuan penglihatan pada hewan yang mengalami kebutaan serta memperluas kemampuan penglihatan mereka. Nanowire tellurium yang dibuat sangat kecil hanya berukuran 150 nanometer dan dirangkai membentuk jaringan nano yang berfungsi sebagai kerangka implan. Jaringan ini dapat mengubah cahaya menjadi sinyal listrik, meniru cara kerja sel fotoreseptor alami di retina yang mengirimkan informasi visual ke otak. Dalam percobaan, implan ini berhasil memulihkan penglihatan pada tikus buta yang kemudian mampu mengenali pola visual dengan kemampuan hampir setara tikus yang penglihatannya normal. Selain tikus, implan ini diuji pada monyet buta, yang juga menunjukkan pemulihan penglihatan, serta monyet dengan penglihatan normal yang dapat melihat cahaya inframerah setelah mendapat implan. Kemampuan untuk melihat cahaya inframerah merupakan keunggulan tambahan karena biasanya mamalia tidak dapat mendeteksi gelombang elektromagnetik tersebut. Penelitian ini membuka peluang untuk pengembangan mata bionik yang tidak hanya menyembuhkan kebutaan tetapi juga meningkatkan kemampuan penglihatan secara signifikan. Meskipun teknologi ini masih jauh dari uji coba pada manusia karena perlu persetujuan dan pengujian lebih lanjut, teknologi serupa berbasis titanium dioksida sudah mulai diuji klinis. Penemuan ini menunjukkan potensi besar bagi bidang teknologi medis, pertahanan, dan juga pengembangan kemampuan manusia di masa depan.