Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Raytheon dan Northrop Grumman Uji Motor Roket Padat Canggih untuk Misil Jarak Pendek

Sains
Fisika dan Kimia
physics-and-chemistry (10mo ago) physics-and-chemistry (10mo ago)
07 Jun 2025
128 dibaca
2 menit
Raytheon dan Northrop Grumman Uji Motor Roket Padat Canggih untuk Misil Jarak Pendek

Rangkuman 15 Detik

Pengujian motor roket padat HLG menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi pertahanan udara.
Kolaborasi antara Raytheon dan Northrop Grumman memungkinkan pengembangan yang lebih cepat dan efektif.
Interceptor jarak pendek baru dirancang untuk mengatasi ancaman udara yang lebih canggih dengan jangkauan dan efektivitas yang lebih baik.
Raytheon dan Northrop Grumman bekerja sama menguji motor roket padat Highly Loaded Grain (HLG) untuk program misil jarak pendek NGSRI milik Angkatan Darat AS. Motor ini didesain khusus untuk meningkatkan performa misil agar bisa terbang lebih cepat dan melawan ancaman udara dengan lebih efektif. Motor roket HLG memiliki keunggulan berupa waktu pembakaran yang lebih lama dan energi yang lebih besar dibanding motor roket padat tradisional. Hal ini memungkinkan misil memiliki jangkauan lebih jauh dan daya ledak yang lebih kuat saat menghadapi target di udara. Pengujian meliputi tiga kali tembak statis di lingkungan yang berbeda serta sebuah demonstrasi penerbangan balistik yang berhasil. Misil NGSRI bisa ditembakkan melalui berbagai platform seperti tripod, kendaraan, maupun peluncur bahu, sehingga sangat fleksibel untuk medan tempur. Raytheon dan Northrop Grumman mengembangkan motor ini dengan kecepatan yang luar biasa, dari tahap desain hingga uji terbang pertama hanya memakan waktu kurang dari enam bulan. Metode desain modular dan manufaktur otomatis membantu mempercepat produksi dan respon terhadap kebutuhan militer. Teknologi ini menunjukkan kemajuan besar dalam sistem pertahanan udara generasi baru yang dapat diandalkan oleh Angkatan Darat dan Korps Marinir AS. Motor roket HLG dan desain sistem NGSRI menawarkan solusi modern menghadapi perkembangan ancaman udara yang semakin kompleks dan cepat.