Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Proyek Sintesis DNA Manusia Pertama di Dunia Dibuat untuk Temukan Pengobatan Baru

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (8mo ago) health-and-medicine (8mo ago)
30 Jun 2025
86 dibaca
2 menit
Proyek Sintesis DNA Manusia Pertama di Dunia Dibuat untuk Temukan Pengobatan Baru

Rangkuman 15 Detik

Proyek SynHG berpotensi mengubah cara kita memahami biologi genom dan kesehatan.
Ada kekhawatiran etis yang signifikan terkait dengan sintesis genom manusia.
Kolaborasi global diperlukan untuk menangani implikasi sosial dan hukum dari penelitian ini.
Para ilmuwan di Inggris sedang mengembangkan teknologi baru yang memungkinkan mereka 'menulis' DNA manusia dari awal. Ini berbeda dengan mengedit gen karena mereka berusaha membangun struktur genom lengkap manusia, yang memiliki lebih dari 3 miliar pasangan basa. Proyek ini didukung oleh dana besar dari Wellcome Trust agar dapat merealisasikan mimpi lama sejak pemetaan genom manusia selesai pada 2003. Meskipun teknologi ini menjanjikan banyak manfaat seperti pengobatan baru dan pemahaman lebih dalam tentang penyakit, ada kontroversi terkait potensi penyalahgunaan. Beberapa orang khawatir bahwa teknologi ini bisa digunakan untuk membuat bayi desain, senjata biologis, atau modifikasi manusia yang berbahaya tanpa kendali yang jelas. Untuk itu, proyek ini tidak hanya fokus pada sisi ilmiahnya, tapi juga membentuk program khusus bernama Care-full Synthesis. Program ini melibatkan berbagai lembaga di seluruh dunia untuk mengkaji secara etis dan sosial implikasi dari penelitian ini agar tetap bertanggung jawab dan dapat diterima oleh masyarakat global. Para peneliti dari universitas terkemuka di Inggris bersama Profesor Jason Chin sudah berhasil membuat genom mikroorganisme yang jauh lebih kecil, E. coli, yang menjadi langkah penting menuju pembuatan kromosom manusia sintetis yang diperkirakan membutuhkan waktu 5 hingga 10 tahun untuk selesai. Hasil dari proyek ini diharapkan membantu memproduksi terapi medis yang revolusioner seperti transplantasi jaringan tahan virus, terapi sel khusus, dan mencegah penyakit mitokondria yang menurun dari ibu ke anak. Selain itu, teknologi ini juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah global lain seperti menciptakan tanaman tahan iklim ekstrim demi menjaga ketahanan pangan.