Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penemuan Bulu Dalam Amber Ungkap Evolusi Penerbangan Burung Purba

Sains
Iklim dan Lingkungan
SCMP SCMP
05 Jun 2025
299 dibaca
2 menit
Penemuan Bulu Dalam Amber Ungkap Evolusi Penerbangan Burung Purba

Rangkuman 15 Detik

Penemuan bulu dalam amber memberikan pemahaman baru tentang evolusi bulu terbang.
Bulu memainkan peran vital dalam kemampuan terbang burung awal.
Pterosaurus dan dinosaurus bersayap memiliki perbedaan signifikan dalam kemampuan terbang mereka.
Para peneliti dari Chinese Academy of Sciences menemukan bulu dinosaurus yang terperangkap dalam amber di wilayah Burma yang berusia sekitar 99 juta tahun, pada era Kapur. Penemuan ini membuka wawasan penting tentang bagaimana bulu-bulu dinosaurus kuno berkembang dan menjadi struktur yang memungkinkan burung purba terbang. Studi mendalam menunjukkan bahwa bulu sangat penting dalam penerbangan burung, terutama untuk menciptakan daya dorong dan gaya angkat yang diperlukan saat terbang. Hal ini menjadi salah satu langkah evolusi penting yang membedakan burung purba dari kerabat dinosaurus lainnya. Meskipun burung modern adalah keturunan dinosaurus berbulu, para ilmuwan menyimpulkan bahwa kebanyakan dinosaurus berbulu tidak memiliki kemampuan terbang seperti burung. Namun, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa beberapa spesies mungkin mampu meluncur atau bahkan terbang dengan tenaga sendiri. Ketika orang membayangkan dinosaurus terbang, sebenarnya yang sering mereka pikirkan adalah pterosaurus, yaitu reptil non-dinosaurus yang hidup di zaman yang sama. Makhluk ini memiliki sayap besar yang berbeda dengan burung dan dinosaurus berbulu. Penelitian ini, yang dipublikasikan di jurnal Science Bulletin, membantu para ilmuwan memahami lebih jauh tentang evolusi bulu dan penerbangan, serta menunjukkan hubungan yang erat antara dinosaurus berbulu dan burung modern di muka bumi.