Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penemuan Bulu Dinosaurus dalam Ambar Ungkap Evolusi Bulu Terbang Burung

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (9mo ago) climate-and-environment (9mo ago)
05 Jun 2025
268 dibaca
1 menit
Penemuan Bulu Dinosaurus dalam Ambar Ungkap Evolusi Bulu Terbang Burung

Rangkuman 15 Detik

Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang evolusi bulu dan penerbangan burung.
Bulu dinosaurus yang terjebak dalam amber membantu memahami kemampuan penerbangan awal.
Pterosaurus sering disalahartikan sebagai dinosaurus terbang, meskipun mereka adalah kelompok yang berbeda.
Penemuan bulu dinosaurus yang terperangkap dalam ambar dari periode Kapur memberikan wawasan baru tentang bagaimana bulu yang mampu terbang berkembang. Penemuan ini penting untuk memahami bagaimana burung yang berasal dari dinosaurus mampu menguasai langit. Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Chinese Academy of Sciences dengan menganalisis struktur bulu yang berumur 99 juta tahun. Studi ini mengungkapkan bagaimana bulu berevolusi untuk membantu burung dalam menghasilkan daya dorong dan daya angkat supaya bisa terbang. Walaupun burung modern merupakan keturunan langsung dari dinosaurus, sebagian besar dinosaurus berbulu di masa lalu tidak bisa benar-benar terbang. Hanya beberapa spesies yang mungkin bisa meluncur atau melakukan terbang berkekuatan sendiri. Ketika orang sering membayangkan dinosaurus terbang dengan sayap besar dan berotot, sebenarnya hewan-hewan itu lebih mirip seperti pterosaurus yang bukan dinosaurus melainkan reptil lain yang hidup di masa sama. Penemuan ini membantu para ilmuwan untuk semakin memahami tahapan evolusi yang membawa kemampuan terbang ke burung, memungkinkan mereka menempati habitat yang sebelumnya sulit diakses oleh mahluk darat.