Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Stratolaunch Maju dengan Uji Terbang Reusable Talon-A2 Hipersonik

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
InterestingEngineering InterestingEngineering
04 Jun 2025
268 dibaca
2 menit
Stratolaunch Maju dengan Uji Terbang Reusable Talon-A2 Hipersonik

Rangkuman 15 Detik

Stratolaunch telah melakukan penerbangan uji hipersonik dengan Talon-A2, menunjukkan kemajuan dalam teknologi otonom.
Talon-A2 dan Roc mewakili inovasi dalam pengujian hipersonik, dengan fokus pada keterbangungan kembali.
Perusahaan ini berencana untuk meluncurkan Talon-A3 menggunakan pesawat Cosmic Girl untuk pengujian lebih lanjut.
Stratolaunch telah berhasil melakukan dua uji terbang drone hypersonic Talon-A2 yang dapat digunakan kembali, membawa mereka lebih dekat pada tujuan pengujian senjata hipersonik operasional. Uji terbang ini didukung oleh program MACH-TB dari Departemen Pertahanan AS yang bekerja sama dengan sektor swasta untuk mempercepat pengembangan senjata hipersonik. Talon-A2 adalah kendaraan tak berawak yang dirancang khusus untuk menguji kemampuan hipersonik dengan kecepatan lebih dari Mach 5. Pesawat ini diluncurkan dari pesawat Roc yang memiliki rentang sayap terbesar di dunia dan berhasil mendarat di Vandenberg Space Force Base, California, secara otonom setelah uji terbang di atas Samudra Pasifik. Mesin roket Hadley, yang dikembangkan oleh Ursa Major, digunakan untuk menggerakkan Talon-A2. Mesin ini menggunakan oksigen cair dan kerosen serta menghasilkan daya dorong hingga 5.000 lbs, memungkinkan Talon-A2 melaju lima kali kecepatan suara atau sekitar 6.200 km/jam. Stratolaunch mengubah fokus dari peluncuran satelit ke pengujian senjata hipersonik setelah perubahan kepemilikan pada tahun 2019. Kesuksesan uji terbang ini merupakan langkah besar pertama dalam pengujian pesawat hipersonik yang dapat digunakan kembali oleh Amerika Serikat sejak program NASA X-15 pada tahun 1968. Selain itu, Stratolaunch merencanakan uji terbang pesawat roket Talon-A3 yang baru pada akhir tahun ini, menggunakan Cosmic Girl yang diakuisisi dari Virgin Orbit, membuka peluang untuk pengujian lebih luas dengan jangkauan uji coba yang lebih besar.