Pendapatan HPE Melonjak Berkat Permintaan Server AI, Beban Kerugian Tetap Ada
Teknologi
Kecerdasan Buatan
04 Jun 2025
46 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
HPE mencatat peningkatan pendapatan berkat lonjakan permintaan untuk solusi AI.
Perusahaan mengalami kerugian signifikan dalam bentuk impairment charge.
Saham HPE menunjukkan reaksi positif di pasar setelah laporan pendapatan.
Hewlett Packard Enterprise (HPE) baru saja melaporkan pendapatan kuartal kedua yang melampaui ekspektasi analis Wall Street. Pendapatan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dan menjadi kabar baik bagi perusahaan meskipun menghadapi tantangan tertentu dalam laporan keuangan mereka.
Salah satu faktor utama yang mendukung pertumbuhan pendapatan HPE adalah meningkatnya permintaan untuk server yang dioptimalkan untuk kecerdasan buatan generatif (GenAI). Server ini sangat penting untuk memproses aplikasi yang kompleks dan sedang booming berkat kemajuan teknologi AI saat ini.
Harga saham HPE juga merespons berita ini dengan positif, meningkat sebanyak 4% dalam perdagangan di luar jam kerja. Ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap potensi pertumbuhan perusahaan di masa depan, terutama di sektor teknologi AI dan infrastruktur data center.
Namun, di balik pencapaian tersebut, HPE juga menghadapi beban penghapusan nilai sebesar Rp 22.71 triliun ($1,36 miliar) dalam kuartal yang sama. Ini merupakan kerugian yang cukup besar, namun tidak terlalu menghambat kinerja pendapatan mereka secara keseluruhan.
Server AI-optimized HPE menggunakan prosesor Nvidia yang membantu menjalankan aplikasi kompleks dengan lebih efisien. Hal ini menjadikan HPE pemain kunci dalam mendukung perkembangan teknologi AI dan infrastruktur data yang semakin canggih di dunia bisnis.
