TLDR
Meta berencana untuk memperluas jejak ritel mereka dengan membuka lebih banyak toko. Perusahaan sedang berfokus pada pengembangan perangkat wearable yang didukung AI. Persaingan di pasar teknologi konsumen semakin ketat dengan hadirnya pemain baru seperti Jonny Ive. Meta Platforms, yang dikenal luas sebagai perusahaan media sosial, kini sedang bertransformasi dengan fokus baru pada kecerdasan buatan dan teknologi perangkat wearable. Setelah berhasil merilis berbagai perangkat VR seperti Oculus Rift, Meta mulai berambisi untuk memperluas penjualan produknya melalui toko-toko fisik.Sampai sekarang, Meta cuma memiliki satu toko di kampusnya di Burlingame, California. Tapi kabarnya, mereka akan membuka lebih banyak toko baru untuk membantu konsumen mencoba langsung perangkat AI yang sulit dijual hanya lewat online atau layar smartphone.Para ahli menilai langkah ini penting agar Meta bisa bersaing dengan perusahaan seperti Apple, yang selama ini dikenal punya toko fisik sukses dan memperkuat branding produk mereka. Namun, tantangannya adalah mengubah persepsi publik yang selama ini menganggap Meta hanya sebagai perusahaan media sosial.Selain rencana toko fisik, Meta juga terus melaju di pengembangan AI dan wearable. Tahun 2025 disebut tahun paling krusial untuk peluncuran produk AI bernama perangkat wearable yang digadang-gadang akan membawa perubahan besar.Persaingan di pasar ini semakin ketat karena adanya kolaborasi antara Jonny Ive, desainer top Apple, dengan OpenAI. Hal ini membuat pasar teknologi konsumen makin menarik dengan banyak inovasi baru yang harus dihadapi oleh Meta.