Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Dampak Perubahan Iklim Mempercepat Keruntuhan Glasier dan Ancaman Bagi Warga

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (9mo ago) climate-and-environment (9mo ago)
01 Jun 2025
95 dibaca
2 menit
Dampak Perubahan Iklim Mempercepat Keruntuhan Glasier dan Ancaman Bagi Warga

Rangkuman 15 Detik

Perubahan iklim secara signifikan mempengaruhi stabilitas gletser di seluruh dunia.
Kejadian keruntuhan gletser semakin sering dan menimbulkan risiko bencana alam bagi masyarakat.
Menjaga suhu global di bawah 1,5 derajat Celsius dapat membantu melestarikan lebih banyak es gletser.
Perubahan iklim menyebabkan mencairnya es glasier di berbagai belahan dunia termasuk di Pegunungan Alpen, Andean, dan pegunungan lain. Pemanasan global ini membuat kondisi glasier menjadi tidak stabil dan mempercepat proses mencair yang mengakibatkan bencana seperti longsoran dan banjir. Di Swiss, permafrost yang mencair membuat batuan di atas glasier Birch terlepas dan menyebabkan tanah longsor yang menimbulkan risiko bagi penduduk desa Blatten. Ratusan orang dan hewan ternak diungsikan karena bahaya keselamatan yang meningkat. Selain longsoran, es yang mencair juga membentuk danau di dasar glasier yang berpotensi pecah dan menyebabkan banjir besar. Misalnya di Alaska dan Peru, banjir akibat pola air mencair dari glasier telah menimbulkan kerusakan dan korban jiwa. Data menunjukkan bahwa kepunahan glasier sudah sangat nyata, contohnya glasier Alpen yang kehilangan setengah luasnya sejak tahun 1950 dan diperkirakan bisa lenyap pada akhir abad ini. Penurunan volume glasier di Swiss dalam dua tahun terakhir juga sangat signifikan. Para ilmuwan mengingatkan bahwa untuk menyelamatkan sisa glasier, upaya menahan pemanasan global di bawah 1,5°C sangat penting. Namun, beberapa glasier telah berada pada titik kritis sehingga akan hilang meskipun suhu tidak naik lebih tinggi lagi.