Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Perubahan Monsun Mempercepat Pencairan Glasier di Himalaya dan Ancaman Air

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (6mo ago) climate-and-environment (6mo ago)
30 Agt 2025
300 dibaca
2 menit
Perubahan Monsun Mempercepat Pencairan Glasier di Himalaya dan Ancaman Air

Rangkuman 15 Detik

Pencairan glasier di Himalaya dipercepat oleh perubahan pola monsun dan suhu global.
Lebih dari 1,4 miliar orang bergantung pada air tawar dari glasier, dan pencairan ini mengancam keamanan air mereka.
Glasier yang tidak stabil dapat menyebabkan bencana alam seperti banjir dan longsor.
Glasier di High Mountain Asia, termasuk Himalaya, kini mengalami pencairan cepat dengan hilangnya lebih dari 22 gigaton es setiap tahunnya, setara dengan sembilan juta kolam renang ukuran Olimpiade. Penelitian terbaru dari Universitas Utah dan Virginia Tech menunjukkan bahwa perubahan pola hujan dan salju akibat monsun Asia Selatan memainkan peran besar dalam percepatan pencairan ini. Wilayah seperti Himalaya Tengah, Barat, dan Timur sangat rentan terhadap perubahan ini karena mereka mendapat sebagian besar akumulasi es dari hujan dan salju saat musim monsun. Namun, pemanasan global telah mengurangi curah salju dan mempersingkat musim hujan, bahkan mengubah beberapa curah hujan menjadi hujan biasa daripada salju. Karena berkurangnya akumulasi salju yang menyuburkan glasier dan peningkatan pencairan yang terus berlangsung, glasier-glasier ini terus menyusut lebih cepat. Hal ini berpotensi memengaruhi pasokan air tawar bagi lebih dari 1,4 miliar orang yang bergantung pada aliran sungai yang berasal dari glasier tersebut di Asia Selatan dan Tengah. Pencairan glasier yang cepat juga meningkatkan risiko terjadinya banjirauhtu glasier yang dapat memicu tanah longsor dan banjir sungai di daerah sekitar, mengancam kehidupan dan infrastruktur masyarakat lokal. Risiko ini menambah masalah ketahanan air yang sudah sangat penting di wilayah tersebut. Dalam studi ini, para peneliti menggunakan data satelit dari misi GRACE NASA untuk mendeteksi perubahan massa es. Hasilnya menunjukan adanya siklus pencairan 3-8 tahun yang terkait dengan variabilitas alami monsun, sehingga perubahan iklim ke depan dapat memperparah ketidakstabilan glasier dan memperbesar risiko sosial-ekonomi yang dihadapi.

Analisis Ahli

Sonam Sherpa
Perubahan monsun yang tidak menentu dapat mempercepat hilangnya es di wilayah pegunungan, mengancam ketersediaan air bagi ratusan juta orang.
Susanna Werth
Perpindahan sumber utama aliran sungai dari pencairan es ke curah hujan langsung akan meningkatkan risiko kekeringan dan fluktuasi pasokan air di masa depan.