TLDR
Penemuan radiator target X-point dapat meningkatkan efisiensi reaktor fusi dengan mengelola panas berlebih. X-point tambahan dapat memperluas jangkauan operasional reaktor sambil mempertahankan stabilitas plasma. Kerja sama antara EPFL, MIT, dan Commonwealth Fusion Systems berpotensi membawa kemajuan signifikan dalam teknologi energi bersih. Para peneliti dari École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL) menemukan cara baru untuk mengatasi masalah panas berlebih di dalam reaktor fusi tokamak yang selama ini menjadi kendala utama dalam pengembangan energi fusi.Dalam reaktor tokamak, plasma panas yang sangat tinggi harus dijaga agar tetap stabil, tetapi panas berlebih dapat mengenai bagian dalam reaktor dan menyebabkan kerusakan, khususnya pada area divertor yang mengeluarkan panas dan plasma berlebih.Penemuan tim EPFL adalah metode baru bernama X-point target radiator (XPTR), yang menambahkan titik X kedua lebih jauh di kanal divertor agar panas dapat disebarkan dan dilimpahkan lebih merata dan aman tanpa mengganggu plasma inti.Metode ini dapat meningkatkan umur dan performa reaktor serta membuat proses fusi lebih stabil dan andal, dan akan diuji pada mesin fusi SPARC yang dikembangkan oleh MIT dan Commonwealth Fusion Systems.Jika berhasil, penemuan ini akan menjadi solusi penting untuk mengelola panas yang dihasilkan selama proses fusi dan membantu mewujudkan energi bersih dan kuat dari fusi nuklir.