TLDR
Meta akan menggunakan sistem AI untuk mempercepat evaluasi risiko privasi. Meskipun sistem baru dapat meningkatkan kecepatan, ada kekhawatiran tentang risiko yang lebih tinggi. Meta tetap berkomitmen untuk menggunakan keahlian manusia dalam kasus-kasus yang kompleks. Meta, perusahaan induk dari Instagram dan WhatsApp, sedang beralih ke sistem yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menilai risiko privasi dari sebagian besar pembaruan aplikasi mereka. Ini dilakukan untuk mempercepat proses evaluasi yang selama ini dilakukan oleh manusia.Sesuai perjanjian dengan pemerintah Amerika Serikat pada tahun 2012, Meta harus melakukan tinjauan privasi setiap kali ada pembaruan produk. Sistem baru ini meminta tim produk mengisi kuesioner dan menggunakan AI untuk memberikan keputusan secara cepat mengenai risiko perubahan tersebut.Meskipun sistem AI bisa mempercepat proses, ada kekhawatiran bahwa risiko negatif dari pembaruan bisa jadi tidak terdeteksi lebih awal, sehingga potensi masalah bisa muncul di dunia nyata setelah pembaruan diterapkan.Meta menyatakan bahwa hanya perubahan dengan risiko rendah yang akan diputuskan oleh AI. Untuk masalah yang lebih rumit dan baru, manusia masih akan terlibat dalam peninjauan agar keamanan dan privasi tetap terjaga.Pendekatan ini adalah bagian dari upaya Meta untuk mengoptimalkan proses pengembangan produknya sambil memastikan bahwa praktik privasi tetap menjadi prioritas, meskipun dengan dukungan teknologi canggih.