Northrop Grumman Investasi 50 Juta Dolar Kembangkan Roket Eclipse 2026
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
29 Mei 2025
41 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Northrop Grumman melakukan investasi signifikan untuk mendukung pengembangan roket Eclipse.
Roket Eclipse bertujuan untuk berbagai misi penting di luar angkasa.
Firefly Aerospace telah mencapai prestasi penting dalam industri luar angkasa tahun ini.
Northrop Grumman, sebuah perusahaan pertahanan besar Amerika Serikat, telah mengucurkan dana sebesar 50 juta dolar ke startup antariksa Firefly Aerospace. Investasi ini bertujuan membantu pengembangan roket baru mereka yang dinamakan Eclipse. Kerjasama ini merupakan kolaborasi antara teknologi roket Antares dari Northrop dan roket Alpha dari Firefly.
Roket Eclipse dipersiapkan untuk peluncuran pertamanya yang direncanakan berlangsung pada tahun 2026 dari tempat peluncuran di Wallops Island, Virginia. Roket ini didesain untuk melayani berbagai kebutuhan misi luar angkasa seperti pengisian ulang stasiun luar angkasa, misi komersial, serta keamanan nasional dan ilmiah baik di dalam maupun luar negeri.
Investasi dan kemitraan ini muncul di tengah perhatian pemerintah Amerika Serikat yang digawangi oleh Presiden Donald Trump untuk mempercepat efisiensi dan mendorong lebih banyak kolaborasi antara perusahaan besar dan startup teknologi yang bergerak di bidang luar angkasa. Ini menandakan dorongan bagi sektor luar angkasa komersial yang semakin berkembang.
Firefly Aerospace sendiri telah menunjukkan prestasi dengan keberhasilannya mendaratkan misi tanpa awak Blue Ghost ke bulan pada tahun yang sama. Keberhasilan ini membuat perusahaan yang berbasis di Texas ini dihargai lebih dari 2 miliar dolar setelah menggalang dana sebesar 175 juta dolar pada putaran pendanaan sebelumnya.
Roket Eclipse yang dikembangkan oleh Northrop Grumman dan Firefly Aerospace diharapkan menjadi solusi andalan dalam menyediakan layanan peluncuran roket berukuran sedang yang dapat mendukung berbagai misi penting di antariksa di masa depan. Hal ini diharapkan memperkuat posisi Amerika Serikat dalam persaingan di sektor luar angkasa global.
