Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Firefly Aerospace Raih Rp 14.50 triliun ($868 Juta) Lewat IPO Berkat Keberhasilan Misi Bulan

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (7mo ago) astronomy-and-space-exploration (7mo ago)
07 Agt 2025
83 dibaca
2 menit
Firefly Aerospace Raih Rp 14.50 triliun ($868 Juta)  Lewat IPO Berkat Keberhasilan Misi Bulan

Rangkuman 15 Detik

Firefly Aerospace berhasil melaksanakan misi pendaratan bulan yang sukses dengan Blue Ghost.
Penawaran umum perdana Firefly Aerospace menunjukkan minat yang besar dari investor di industri ruang angkasa.
Diversifikasi kontraktor ruang angkasa diharapkan dapat meningkatkan inovasi dan efisiensi biaya di sektor luar angkasa.
Firefly Aerospace, sebuah startup teknologi antariksa yang didukung Northrop Grumman, berhasil mengumpulkan dana besar melalui penawaran saham perdana (IPO) dengan harga Rp 751.50 ribu ($45) per saham, mengumpulkan total Rp 14.50 triliun ($868,3 juta) . IPO ini menunjukkan tingginya minat investor terhadap perusahaan yang sukses mendaratkan pendarat bulan tanpa awak di misi perdananya. Perusahaan yang berbasis di Cedar Park, Texas, ini kini bernilai sekitar Rp 105.54 triliun ($6,32 miliar) dan memiliki backlog kontrak yang sangat besar, dengan lebih dari 30 peluncuran yang dijadwalkan hingga saat ini. Keberhasilan pendaratan Blue Ghost di bulan menjadi sorotan utama yang menaikkan reputasi Firefly di industri space komersial yang naik daun. Dukungan pemerintah AS, khususnya di bawah kebijakan Donald Trump yang fokus pada komersialisasi luar angkasa dan mendorong pengamanan kepentingan nasional di ruang angkasa, turut membuka jalan bagi perusahaan seperti Firefly untuk masuk ke pasar dengan peluang besar. Seiring pemerintah menginginkan diversifikasi kontraktor, perusahaan baru memperoleh kesempatan lebih banyak untuk berkontribusi. Selain Firefly, beberapa perusahaan antariksa dan pertahanan lain seperti Karman, AIRO Group, dan Voyager juga baru saja mencatatkan sahamnya di bursa, menandakan era baru IPO di sektor ini setelah sebelumnya jarang terjadi. Kinerja saham yang bagus dari perusahaan-perusahaan ini menambah keyakinan pasar terhadap potensi sektor antariksa komersial. Ke depan, Firefly juga sudah mengamankan kontrak penting sebesar Rp 2.95 triliun ($176,7 juta) untuk mengirim lima perangkat payload NASA ke Kutub Selatan Bulan pada 2029. Dengan lonjakan dana dari IPO dan kontrak besar di tangan, Firefly berpotensi menjadi pemain utama di industri peluncuran roket dan eksplorasi antariksa berkapasitas kecil hingga sedang.

Analisis Ahli

Ross Carmel
Keberhasilan Firefly dan Voyager menandai awal era baru IPO perusahaan antariksa yang akan menyegarkan dan memperluas industri ruang angkasa secara komersial.