Nvidia Laporkan Laba Terkikis Larangan Ekspor Chip ke China tapi Raih Kesepakatan Baru di Timur Tengah
Teknologi
Kecerdasan Buatan
29 Mei 2025
90 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Nvidia menghadapi tantangan besar akibat larangan ekspor chip H20 ke China.
Permintaan untuk chip Blackwell tetap tinggi meskipun ada kendala pasokan.
Investasi dari Arab Saudi dalam teknologi AI dapat memberikan peluang baru bagi Nvidia.
Nvidia baru-baru ini melaporkan hasil keuangan kuartal pertama yang menunjukkan pendapatan melewati ekspektasi, tetapi laba per saham yang disesuaikan lebih rendah dari perkiraan akibat larangan pengiriman chip H20 ke China. Pemerintah AS sebelumnya memberlakukan larangan yang menghambat Nvidia menjual produk tertentu ke pasar China, yang berdampak besar pada pendapatan perusahaan.
Segmen pusat data Nvidia, yang merupakan bisnis terbesarnya, mencatat peningkatan pendapatan yang signifikan dari tahun sebelumnya, meskipun sedikit di bawah ekspektasi analis. Namun, perusahaan juga mencatat kerugian sebesar 4,5 miliar dolar akibat larangan chip tersebut, yang menghilangkan potensi pendapatan hingga 8 miliar dolar selama tahun ini.
Meskipun menghadapi tantangan regulasi dan ketidakpastian pasar, Nvidia berhasil menjalin kerja sama strategis dengan beberapa perusahaan di Timur Tengah, termasuk menyediakan GPU untuk startup AI yang didukung dana negara Saudi Arabia. Hal ini menunjukkan langkah perusahaan dalam mengalihkan fokus ke pasar baru di tengah pembatasan perdagangan.
CEO Nvidia, Jensen Huang, mengkritik kebijakan AS yang dianggap tidak efektif dan justru menguntungkan produsen chip AI China. Seiring dengan itu, pemerintah AS juga telah membatalkan aturan ekspor chip AI yang direncanakan sebelumnya sehingga memberi Nvidia celah untuk beroperasi lebih fleksibel ke depan.
Nvidia terus berinovasi dengan memperkenalkan teknologi baru di acara Computex Taipei, termasuk layanan cloud GPU dari mitra pihak ketiga. Perusahaan juga berfokus pada pengembangan solusi baru agar chip yang dijual memenuhi regulasi Amerika Serikat sehingga bisa kembali memasuki pasar China. Hal ini diharapkan bisa mengurangi dampak negatif larangan perdagangan di masa depan.