Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Trump Ancam Tarif 25% Apple Jika iPhone Tidak Dibuat di AS, Pasar Kecewa

Finansial
Kebijakan Fiskal
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
24 Mei 2025
268 dibaca
2 menit
Trump Ancam Tarif 25% Apple Jika iPhone Tidak Dibuat di AS, Pasar Kecewa

Rangkuman 15 Detik

Donald Trump mengancam untuk mengenakan tarif tinggi terhadap produk Apple yang tidak diproduksi di AS.
Pasar keuangan bereaksi negatif terhadap ancaman tarif, menunjukkan dampak signifikan terhadap ekonomi global.
Apple sedang mempercepat pemindahan produksi iPhone ke India untuk menghindari tarif tinggi dari AS.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menerapkan tarif sebesar 25 persen kepada Apple jika perusahaan ini tetap menjual iPhone di AS yang tidak diproduksi di dalam negeri. Ancaman tersebut diumumkan pada Mei 2025 dan langsung memicu gejolak di pasar global yang selama ini relatif tenang. Saat ini, meskipun lebih dari 60 juta ponsel terjual setiap tahun di AS, negara tersebut tidak memiliki fasilitas produksi smartphone domestik. Hal ini membuat Apple harus mengimpor produk dari negara lain, yang kemudian menjadi sasaran kebijakan tarif dari pemerintah AS. Selain Apple, Trump juga berencana merekomendasikan tarif sebesar 50 persen untuk produk-produk dari Uni Eropa mulai Juni 2025. Langkah ini berpotensi mempengaruhi berbagai sektor mulai dari barang mewah hingga produk farmasi asal Eropa, sehingga menimbulkan ketegangan perdagangan yang lebih luas. Apple merespon dengan mempercepat relokasi produksi iPhone dari China ke India. Perusahaan menargetkan sebagian besar iPhone yang dijual di AS akan dibuat di India pada akhir 2026 untuk menghindari tarif tinggi dan risiko pasokan. Produksi untuk pasar AS dari India bahkan akan dimulai pada kuartal kedua 2025. Pengumuman Trump ini membuat indeks pasar saham dan saham-saham teknologi, termasuk Apple, mengalami penurunan signifikan. Namun, masih belum jelas apakah Trump memiliki kewenangan hukum untuk mengenakan tarif pada satu perusahaan tertentu, dan Apple belum memberikan komentar resmi terkait ancaman ini.

Analisis Ahli

Ekonom Internasional
Langkah ini dapat memicu perang dagang yang lebih luas dan berdampak negatif pada pasar saham global, terutama sektor teknologi.
Analis Rantai Pasok
Relokasi produksi Apple ke India adalah langkah yang tepat untuk mitigasi risiko tarif, namun proses ini memerlukan waktu dan investasi besar.