AI summary
Adobe menaikkan harga langganan Creative Cloud All Apps dengan memperkenalkan fitur AI generatif. Pengguna baru hanya dapat memilih paket Creative Cloud Pro yang lebih mahal dan tidak dapat mengakses paket standar. Reaksi pengguna terhadap kenaikan harga ini menunjukkan ketidakpuasan, mirip dengan situasi sebelumnya di Canva. Adobe mengumumkan kenaikan harga langganan kreatif mereka yang cukup signifikan untuk pasar Amerika Utara mulai 17 Juni. Paket Creative Cloud All Apps yang selama ini ada diganti namanya menjadi Creative Cloud Pro dan membawa fitur-fitur baru berbasis kecerdasan buatan generatif.Kenaikan harga berlaku untuk pelanggan individu, tim, dan pelajar dengan tambahan fitur seperti kredit tak terbatas untuk alat AI di Photoshop dan ribuan kredit bulanan untuk fitur video dan audio yang lebih canggih di Premiere Pro.Selain itu, paket baru ini memungkinkan pengguna mengakses model AI pihak ketiga terkenal seperti GPT dari OpenAI dan model visual dari Google, serta mencoba aplikasi kolaborasi terbaru dari Adobe yang masih dalam versi beta, Firefly Boards.Walaupun Adobe menyediakan paket lebih murah yang disebut Creative Cloud Standard, paket ini hanya dapat diakses oleh pelanggan lama dan tidak mencakup banyak fitur AI canggih. Pelanggan baru dipaksa memilih paket Pro yang lebih mahal.Perubahan ini menimbulkan kritik dari komunitas pengguna, terutama yang merasa paket All Apps sebelumnya sudah kurang menguntungkan, dan pengguna yang keberatan dengan harga baru ini. Adobe tampaknya tetap berkomitmen pada inovasi berbasis AI meski menghadapi potensi penolakan.
Langkah Adobe menaikkan harga sambil memasukkan fitur AI generatif memang sesuai tren teknologi, tapi tidak mempertimbangkan keragaman kebutuhan pengguna yang tidak semuanya memerlukan paket lengkap dan mahal. Keterbatasan paket lebih terjangkau hanya untuk pelanggan lama juga bisa merusak reputasi Adobe dan menyebabkan eksodus pengguna ke platform yang lebih ramah anggaran.