Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Adobe Berjuang Monetisasi AI Meski Punya Teknologi Canggih dan Banyak Pengguna

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (5mo ago) artificial-intelligence (5mo ago)
26 Sep 2025
79 dibaca
2 menit
Adobe Berjuang Monetisasi AI Meski Punya Teknologi Canggih dan Banyak Pengguna

Rangkuman 15 Detik

Adobe berjuang untuk menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam pendapatan berulang digital media meskipun ada adopsi AI.
Persaingan dari alat desain berbasis AI seperti Canva dan Figma semakin meningkat, menambah tekanan pada Adobe.
Morgan Stanley menunjukkan skeptisisme terhadap janji monetisasi AI Adobe, yang tercermin dalam penurunan peringkat saham.
Teknologi AI generatif telah mengubah ekspektasi pengguna di industri kreatif secara besar-besaran dengan kehadiran layanan seperti ChatGPT, Canva, dan Figma yang mampu mengumpulkan ratusan juta pengguna aktif. Sebagai pemain utama, Adobe merespons perubahan ini dengan meluncurkan berbagai fitur AI seperti Firefly dan Acrobat AI Assistant untuk memperkuat produknya dan menarik perhatian pasar. Meskipun banyak perusahaan besar, termasuk hampir seluruh perusahaan Fortune 100, telah mengadopsi teknologi AI dalam produk Adobe mereka, pertumbuhan pendapatan dari lini bisnis Digital Media Adobe tidak menunjukkan percepatan yang diharapkan. Analis dan investor mulai mempertanyakan apakah janji AI benar-benar memberikan dampak positif pada profitabilitas perusahaan. Morgan Stanley, sebuah perusahaan analis keuangan ternama, menurunkan rekomendasi saham Adobe dengan alasan bahwa pendapatan yang berasal dari teknologi AI masih tertinggal jauh. Mereka juga mencatat adanya tekanan kuat dari pesaing utama seperti Canva, Figma, Google, dan Meta dalam industri yang semakin kompetitif ini. Secara spesifik, Adobe melaporkan pendapatan berulang tahunan (ARR) di sektor Digital Media sebesar 18,59 miliar dolar AS pada kuartal ketiga dengan pertumbuhan tahunan hanya di angka 11,7%, yang lebih rendah dari kuartal sebelumnya. Meskipun CEO dan CFO Adobe optimistis soal pencapaian target pendapatan dari produk AI, pasar masih menampakkan skeptisisme terhadap klaim tersebut. Secara keseluruhan, Adobe berada di masa transisi penting yang menuntut pembuktian nyata dari inovasi AI-nya dalam menghasilkan pendapatan yang signifikan agar dapat mempertahankan posisi dan kepercayaan pasar ke depan. Tekanan dari pesaing dan ekspektasi tinggi investor menuntut langkah strategis dan eksekusi yang lebih efektif dari perusahaan.

Analisis Ahli

Keith Weiss
Menggarisbawahi adanya ketidaksesuaian antara kemajuan inovasi AI Adobe dengan pertumbuhan Digital Media ARR yang menunjukkan lambatnya monetisasi AI.