Mark Zuckerberg Akui Tren Media Sosial Berubah di Tengah Tekanan Hukum Meta
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
19 Mei 2025
141 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Mark Zuckerberg mengindikasikan bahwa media sosial tradisional sedang mengalami penurunan popularitas.
Meta menghadapi gugatan dari FTC terkait dominasi pasar dan persaingan dengan TikTok.
Perusahaan meluncurkan fitur baru untuk bersaing dengan TikTok dan mengadaptasi model interaksi yang lebih berbasis konten.
Mark Zuckerberg, CEO Meta, mengungkapkan bahwa tren berbagi momen pribadi di platform Facebook dan Instagram kini menurun. Ini menunjukkan masa kejayaan media sosial sebagai tempat interaksi pribadi sudah mulai berakhir.
Meta saat ini bersaing dengan platform baru seperti TikTok yang berkembang pesat karena fokus pada algoritma penemuan konten, bukan sekadar koneksi sosial tradisional antar teman.
Dalam persidangan dengan FTC yang menuduh Meta monopoli, Zuckerberg menjelaskan Meta telah meluncurkan fitur baru seperti Reels untuk mengikuti tren dan mempertahankan relevansi di pasar media sosial.
Meskipun TikTok dianggap pesaing utama, Meta tidak berencana membeli platform tersebut karena ada kekhawatiran terkait bisnis yang berbasis di China serta perbedaan fungsi sosial yang dihadirkan.
Ini merupakan bagian dari tantangan yang dihadapi raksasa teknologi seperti Meta, Google, dan Apple terkait dugaan monopoli di pasar global yang turut menarik perhatian pengadilan di berbagai negara.
Analisis Ahli
Kenneth Dintzer
Zuckerberg berusaha mengajukan teori baru tentang definisi media sosial untuk menjawab skeptisisme hakim terhadap TikTok sebagai pesaing nyata Meta.

