Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Zuckerberg Akui Era Media Sosial Tradisional Berakhir, TikTok Jadi Pesaing Baru

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
13 Mei 2025
78 dibaca
2 menit
Zuckerberg Akui Era Media Sosial Tradisional Berakhir, TikTok Jadi Pesaing Baru

Rangkuman 15 Detik

Zuckerberg mengakui penurunan interaksi sosial di Facebook.
FTC menggugat Meta atas dugaan penyalahgunaan dominasi pasar.
TikTok kini menjadi pesaing utama yang mengubah cara interaksi sosial di media sosial.
Mark Zuckerberg, CEO Meta, mengakui bahwa zaman di mana media sosial seperti Facebook dan Instagram menjadi tempat utama berbagi momen pribadi bersama teman dan keluarga kini telah berubah. Dia menyatakan bahwa jumlah teman baru yang ditambahkan oleh pengguna juga menurun signifikan, menandakan berkurangnya interaksi sosial tradisional. Saat ini, Meta sedang menghadapi gugatan dari Federal Trade Commission (FTC) terkait dugaan dominasi pasar dan monopoli dengan cara membeli pesaing media sosial. Dalam persidangan tersebut, Zuckerberg menegaskan bahwa persaingan serius kini datang dari TikTok, yang tidak menekankan interaksi sosial tradisional, melainkan memungkinkan pengguna menemukan konten hiburan secara algoritmik. Meta berupaya menyesuaikan diri dengan tren ini dengan mengembangkan fitur seperti Reels yang meniru format TikTok, untuk mempertahankan relevansi dan menarik perhatian pengguna yang lebih suka menonton dan berbagi konten kreator hiburan melalui pesan pribadi, bukan unggahan teman dekat. Meskipun TikTok dianggap sebagai pesaing, Meta tidak berencana mengakuisisi TikTok karena adanya kekhawatiran terkait hubungan bisnis TikTok yang berbasis di China. Namun, sikap hakim di persidangan masih meragukan apakah TikTok benar-benar dapat menggantikan peran media sosial tradisional seperti Facebook dalam menjaga koneksi personal. Dalam persidangan, Zuckerberg mencoba mendefinisikan ulang media sosial dengan konsep bahwa berbagi konten dari platform seperti TikTok atau YouTube lewat pesan pribadi juga termasuk interaksi sosial, sebagai bagian strategi untuk menunjukkan TikTok sebagai pesaing langsung bagi Meta.

Analisis Ahli

Kenneth Dintzer
Zuckerberg mencoba mendefinisikan ulang konsep media sosial untuk menggabungkan berbagai jenis interaksi yang memudahkan Meta menyebut TikTok sebagai pesaing utama meskipun fungsi dan model bisnis keduanya berbeda.