Perusahaan Berubah Strategi Pengadaan Software AI Untuk Maksimalkan Nilai dan Produktivitas
Teknologi
Kecerdasan Buatan
16 Mei 2025
213 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Perusahaan semakin ketat dalam mengevaluasi perangkat lunak berbasis AI.
Ada peningkatan minat untuk membayar lebih bagi kemampuan AI, asalkan ada bukti nilai.
Perusahaan perlu berhati-hati untuk tidak terburu-buru dalam mengadopsi teknologi AI.
Perusahaan saat ini sedang mengubah cara mereka membeli dan menilai perangkat lunak karena perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI. Banyak perusahaan kini menggunakan aturan yang lebih ketat untuk memastikan perangkat lunak AI yang mereka pilih benar-benar memberikan manfaat dan hasil yang jelas.
Survei terbaru menunjukkan hampir 30% dari para pengambil keputusan di perusahaan-perusahaan besar lebih suka memakai model bahasa besar dibandingkan hanya mengandalkan Google untuk mencari informasi. Ini menunjukkan AI semakin penting dalam proses penelitian dan pengambilan keputusan bisnis.
Selain itu, banyak pembeli perusahaan yang rela membayar lebih untuk perangkat lunak dengan fitur AI canggih, asalkan vendor perangkat lunak dapat membuktikan bahwa teknologi tersebut bisa meningkatkan nilai dan produktivitas bisnis mereka.
Namun, ada juga tantangan. Sekitar 30% pemimpin teknologi merasa mereka berinvestasi di AI terlalu cepat tanpa persiapan matang, dan vendor AI sering menggunakan tekanan penjualan yang kuat agar pembelian dilakukan segera. Hal ini berisiko membuat perusahaan terburu-buru dan berpotensi mengalami masalah di kemudian hari.
Para ahli menyarankan agar perusahaan mengambil langkah hati-hati dalam mengadopsi AI, dengan membangun pengetahuan data yang kuat dan menerapkan evaluasi yang ketat sebelum membeli teknologi AI, agar investasi tersebut benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.
Analisis Ahli
Ilona Hansen
Tekanan dari vendor bisa sangat besar dan berpotensi membuat para pemimpin TI mengambil keputusan terburu-buru; penting untuk tetap independen dan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum berinvestasi.