Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Trump Hidupkan Kebijakan Penetapan Harga Obat Negara Lain Demi Harga Termurah Di AS

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
16 Mei 2025
1356 dibaca
2 menit
Trump Hidupkan Kebijakan Penetapan Harga Obat Negara Lain Demi Harga Termurah Di AS

TLDR

Kebijakan MFN berpotensi menurunkan harga obat di AS dengan mengacu pada harga internasional.
Perusahaan farmasi mungkin menangguhkan peluncuran obat baru di negara-negara yang menjadi referensi untuk melindungi harga di AS.
Dampak kebijakan ini dapat mempengaruhi laba manajer manfaat apotek dan sistem asuransi kesehatan di AS.
Presiden Donald Trump kembali mengajukan rencana untuk menurunkan harga obat di Amerika Serikat dengan membandingkan harga obat di negara-negara lain. Rencana ini menggunakan metode Most Favored Nation (MFN) yang sejatinya sama dengan sistem Penetapan Harga Referensi Internasional (IRP) yang sudah banyak digunakan di dunia.Rencana ini mengarahkan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS untuk menetapkan harga obat maksimal yang dapat diterima berdasarkan harga terendah di negara referensi. Jika perusahaan farmasi tidak patuh, pemerintah AS memiliki beberapa langkah penegakan hukum dan pembatasan perizinan yang dapat diterapkan.Namun, rencana ini memiliki kendala karena pemerintah AS belum merinci secara jelas berbagai aturan teknis penting dalam IRP seperti jenis produk yang dikenai, frekuensi penetapan harga, serta bagaimana harga asing akan disesuaikan sebelum diterapkan di AS.Dampak utama yang sudah bisa diperkirakan adalah bahwa penurunan harga resmi obat akan mengurangi keuntungan pihak ketiga seperti manajer manfaat farmasi dan asuransi swasta yang selama ini menerima diskon rahasia. Selain itu, penetapan harga referensi oleh AS bisa mendorong perusahaan farmasi menunda peluncuran obat di negara-negara dengan harga rendah agar harga di AS tetap terjaga.GlobalData sebagai pakar sistem IRP menilai bahwa kesuksesan rencana ini tergantung pada detail aturan yang akan dibuat dan bagaimana perusahaan farmasi merespons tekanan tersebut. Tanpa kejelasan aturan, dampak pasti dari kebijakan ini sulit diprediksi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.