Trump Ingin Turunkan Harga Obat dan Bawa Kembali Produksi Farmasi ke AS
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
13 Mei 2025
43 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Donald Trump berusaha menurunkan harga obat dengan kebijakan baru.
Perusahaan farmasi Cina mungkin tidak terpengaruh oleh kebijakan tersebut.
Kebijakan ini dapat menyebabkan tekanan pada profitabilitas perusahaan di seluruh rantai pasokan obat.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengumumkan rencana menurunkan harga obat-obatan di dalam negeri dengan membatasi harga agar tidak lebih tinggi dari negara maju lain. Hal ini diharapkan bisa mengurangi beban biaya bagi konsumen Amerika.
Selain itu, Trump juga mendorong agar produksi obat-obatan yang selama ini banyak diimpor dari luar negeri, terutama dari China, dibawa kembali ke Amerika Serikat untuk menciptakan lapangan kerja dan menguatkan industri farmasi lokal.
Kebijakan ini membuat harga saham beberapa perusahaan farmasi asal China seperti Innovent Biologics dan Beigene jatuh signifikan di bursa Hong Kong, menunjukkan keprihatinan pasar terhadap potensi penurunan keuntungan perusahaan farmasi global.
Namun, pakar kesehatan Asia Cui Cui mengatakan obat-obatan inovatif yang telah terbukti secara klinis akan tetap terlindungi dari tekanan harga, dan langkah ini justru dapat mempercepat lisensi keluar produk dari perusahaan biofarmasi China.
Sebelumnya, Trump pernah mencoba kebijakan serupa tapi gagal akibat perlawanan hukum dan akhirnya dibatalkan oleh pemerintahan Joe Biden pada 2021. Kebijakan baru ini bisa berpengaruh dalam jangka panjang pada perdagangan lintas negara di sektor farmasi.
Analisis Ahli
Cui Cui
Obat-obatan inovatif yang terbukti secara klinis akan tetap tahan tekanan harga, dan inisiatif lisensi dari perusahaan biotek Cina akan meningkat sebagai respons terhadap kebijakan ini.

