TLDR
Sistem STREED menawarkan solusi desalinasi yang inovatif dan berkelanjutan untuk menghasilkan air bersih. Teknologi ini menghilangkan kebutuhan akan membran dan baterai, membuatnya lebih tahan lama dan mudah dipelihara. Sistem ini dapat berfungsi efektif bahkan dalam kondisi rendah sinar matahari, memberikan akses air bersih di daerah terpencil. Para ilmuwan Amerika dari Rice University mengembangkan sistem desalinasi air yang menggunakan tenaga surya dan dapat beroperasi tanpa memerlukan jaringan listrik, baterai, atau filter membran. Sistem ini dirancang khusus untuk mengatasi tantangan kekurangan air bersih terutama di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh teknologi konvensional.Sistem yang disebut Solar Thermal Resonant Energy Exchange Desalination (STREED) ini menggunakan dua saluran; satu mengalirkan air asin yang dipanaskan sedangkan yang lain dialiri udara. Air asin menguap dan uapnya berpindah ke sisi udara yang kemudian mengembun menjadi air bersih, sehingga garam dan kotoran tertinggal.Inovasi utama dari sistem ini adalah prinsip resonansi termal, di mana panas terus berosilasi antara saluran air dan udara, memungkinkan energi untuk disimpan dan digunakan ulang tanpa perlu baterai atau alat penyimpanan eksternal. Sistem ini juga bisa menyesuaikan aliran air dan udara agar tetap efisien walau intensitas sinar matahari berubah.Hasil pengujian prototype di Texas menunjukkan produksi air minum mencapai sekitar 0,75 liter per jam. Simulasi di beberapa kota juga mengindikasikan efisiensi air bisa meningkat sampai 77% dibanding sistem desalinasi statis biasa, dan sistem ini tetap berfungsi baik meskipun kondisi pencahayaan surya rendah.Dengan bahan yang tahan lama dan perawatan rendah, sistem ini diharapkan bisa menjadi solusi desalinasi yang terjangkau dan mudah diakses, membantu mengatasi krisis air tawar global serta mendukung ketahanan air di komunitas off-grid.